BOOM BOOM CAR Tegaskan Eksplorasi di Ranah Alternative/Stoner Rock

Berawal dari sebuah acara jamming pada akhir 2018 lalu, unit rock eksperimental asal Malang, Jawa Timur ini ini akhirnya menemukan kesamaan visi dalam mengembangkan keahlian bermusik. Walau sering bertentangan alur, pendapat, serta beberapa kali terjadi pergantian personel, namun Boom Boom Car akhirnya bisa diwujudkan dalam formasi tetap pada pertengahan 2019. Dan terbukti, hanya butuh beberapa bulan, chemistry bisa terjalin kuat dan menghasilkan sebuah single debut bertajuk “A Thousand Suns” yang diperdengarkan pada publik pada 5 Juni 2020. 

Lalu awal tahun ini, kobaran semangat itu masih dipertahankan. Boom Boom Car lalu melepas karya rekaman kedua berjudul “Binatang”, dimana para personelnya; Hamzah Amin Alhaddad (vokal), Muhammad Faiq Nauval (gitar), Adolf Angga (gitar), Kurnialbarn Arya Winata (bass) dan Fahmi Nauvar Rahim (dram) melebur berbagai pengaruh secara musikal. Antara lain ada pengaruh dari band-band acuan mereka seperti Nirvana, Soundgarden, Foo Fighters hingga Royal Blood, serta sedikit imbuhan stoner rock a la Kyuss, Stoned Jesus dan Mooner. 

.

.

Kepada MUSIKERAS, pihak band menegaskan bahwa dari segi musikal, jika dibandingkan dengan “A Thousand Suns” misalnya, “Binatang” lebih memperlihatkan sisi keras serta visi bermusik Boom Boom Car yang semakin terarah. Hal itu terlihat dari pengonsepan aransemen serta komposisi lagu tersebut. Sementara di pengonsepan lagu “A Thousand Suns” dimana liriknya berpusat pada tema halusinasi atau delusi, acuan musiknya banyak menyerap dari elemen hard rock, blues rock dan rock n roll era ‘70an.

“‘Binatang’ terinfluensi dari beberapa genre alternative rock serta stoner rock, terlihat dari nuansa dan riff gitar lagu tersebut. Sedangkan ‘A Thousand suns’ merupakan debut yang memperlihatkan sisi ‘coba-coba’ dalam menentukan pilihan bermusik. Terlihat dari kurang matangnya dalam (proses) rangkaian brainstorming dan rekaman. Kami memilih genre rock eksperimental karena kami memilih untuk lebih ‘bebas’ dalam mengeksploarsi musik kami dan tidak terkotak-kotakkan dalam satu ‘genre’ tertentu, namun tidak jauh dari akar musik rock itu sendiri,” beber Boom Boom Car memperjelas konsepnya.

Proses rekaman “Binatang” yang juga melibatkan suara narasi dari Nazrul (NZRL) tersebut, termasuk pemolesan mixing dan mastering,  dilakukan di AA Studio, Malang dan berhasil dieksekusi hanya dalam sehari. Kini, single “Binatang” sudah dapat dinikmati via berbagai platform digital seperti iTunes, Spotify, Deezer hingga Amazon. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!