EASTERN TRAFFIC Umbar Kisah Kematian, Setelah Terlahir Kembali

Eastern Traffic kembali menggelorakan karirnya di skena musik Tanah Air, khususnya di Yogyakarta. Tidak dengan persiapan setengah matang, namun datang dengan amunisi baru berupa sebuah album baru bertajuk “Innocent Moves” yang rencananya bakal dilepas via Species Music, pada November 2021 mendatang. Dan sebagai gerbang pembuka, band yang sempat vakum selama tujuh tahun tersebut telah meluncurkan single berjudul “Heaven”.

Di karya rekaman terbaru itu pula, juga sekaligus menandai bergabungnya Anetjka, vokalis emo kontemporer yang sedang marak di berbagai kanal YouTube musisi sentral, sebagai sosok baru di balik mikrofon Eastern Traffic.

“Ya, pertemuan pertama Anetjka dan Gangga yang jadi kunci band ini aktif lagi,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menerangkan.

Gangga yang punya nama lengkap Yudhistira Gangga adalah salah satu personel Eastern Traffic di lini gitar dan synth. Ia juga tercatat tergabung di band Sabbra Cadabbra, Hands Upon Salvation serta proyek solo “Species”.

Bergabungnya Anetjka terbilang di luar dugaan. Ketika Gangga secara spontan ‘melamar’, Anetjka langsung menyambut dengan antusias. Lalu dilanjutkan dengan proses jamming lagu “Heaven”, dan rupanya Anetjka merasa cocok. 

“Secara musikal Anetjka emang udah oke, jadi kami nggak terlalu pusing soal teknis. Cuma memang rada ada penyesuaian sedikit dengan genre musik Eastern Traffic. Dan alasan utamanya (mengajak) adalah karena Anetjka punya pendengar di luar genre kami, harapannya para pendengar itu merespon juga karya terbaru Eastern Traffic dengan Anetjka.”

.

.

Di “Heaven” sendiri, band yang juga diperkuat Bayu Bawono (gitar), Anton Saputro (bass) serta Alun Astoto (dram) ini mencoba meyakinkan untuk menghadapi kenyataan akhir hayat, dengan membayangkan kehidupan reuni setelah kematian. Tentang fakta bahwa setiap orang akan meninggalkan dunia ini dan terpisah satu sama lain. Meskipun demikian, “Heaven” mengingatkan kita bahwa jika reinkarnasi itu nyata, maka tidak ada yang namanya perpisahan permanen, seperti halnya tidak ada yang namanya kebencian permanen seperti yang dijanjikan oleh Yang Esa. Sebuah kehidupan setelah kematian tanpa perang, tanpa pertarungan, tanpa darah, tanpa anarki.

Sementara dari sudut pandang musikal, “Heaven” merupakan penggabungan gaya rock British dengan penambahan unsur Post-Rock sebagai ide utamanya. Lalu ditambah dengan liukan gitar solo dari Bayu Bawono yang terbilang sangat old school, yang berbanding terbalik dengan alunan elemen ‘lo-fi’ modern di awal lagu.

“Kami mulai berani menambahkan instrumen seperti synthesizer di single pembuka setelah absen selama tujuh tahun ini. Tentu, nantinya di album ‘Innocent Moves’ akan lebih berwarna. Jujur referensi musik masih sekitaran band-band British Rock pada umumnya, namun ada kalanya sebagian kord gitar yang dark banget kami sisihkan. Seperti di bagian reff lagu. Tapi kami juga nggak menutup kemungkinan memasukkan unsur genre yang lain. Tentunya dengan kehadiran Anetjka yang bakal ditunggu-tunggu kiprahnya dengan genre baru, selain emo kontemporer.”

Setidaknya butuh waktu enam bulan bagi Eastern Traffic untuk melakukan produksi “Innocent Moves”, mulai dari pembuatan konsep hingga pengumpulan material, yang dilakukan sejak September 2020 lalu. Keseluruhan lagu dalam “Innocent Moves” merupakan kumpulan bahan peledak yang terdiri dari berbagai harmoni anarkis, mulai dari punk, Brit Rock, sedikit emo dan fragmentasi ambient rock.

Khusus untuk proses rekaman “Heaven” dieksekusi di Ruang Kerja Records dan Soba Studio sejak Oktober 2020. Juga ada perekaman isian dram di Soba Studio, serta porsi synth dan piano yang diaransemen oleh Paulus Neo di Bosan Berisik Lab. Meka TM, pemilik Munsatura Studio yang juga merupakan komposer dan musisi Promniters dan penata musik dari film animasi “Battle of Surabaya” (MSV Studio) dipercayakan untuk memoles mixing dan mastering lagu tersebut.

Sejauh ini, penggarapan album “Innocent Moves” sudah berjalan sekitar 50%. Sedikit membutuhkan waktu lama karena banyak materi lagu lama yang diaransemen ulang. Rencananya, Eastern Traffic akan mengemas bakal 10 lagu di album tersebut. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.