Alasan POWERSLAVES Merekonstruksi ‘Bayang’ di Single “You Got Me”

Powerslaves belum kehabisan bahan bakar. Kereta rock & roll yang diderukan band rock bentukan April 1991 silam ini kembali melaju, menembus batas, ruang dan waktu. Kali ini, para pejuang rock yang menakhodainya; Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiex Soedarno (kibor) dan Agung Yudha (dram) mengepulkannya lewat sebuah single baru bertajuk “You Got Me”.

Ya, lagu tersebut adalah sebuah materi rekaman baru, tapi bukan karya baru. Melainkan, versi orisinal dari lagu “Bayang” yang pernah menjadi salah satu amunisi album ketiga Powerslaves, “Kereta Rock N’ Roll” rilisan 1998 silam. 

Saat masih berupa demo, “Bayang” diajukan dengan lirik bahasa Inggris. Namun, sesaat sebelum rekaman, lagu tersebut diubah ke bahasa Indonesia atas permintaan label rekaman yang menaungi Powerslaves saat itu, Warner Music Indonesia. 

“Alasan Warner saat itu mungkin lebih ke pertimbangan pasar domestik. Ketika mereka dengar versi demo ‘Bayang’, mereka tertarik. Hanya, liriknya minta diganti ke Bahasa Indonesia. Industri rekaman biasanya mencari yang ‘aman’ untuk penikmat. Karena itu, diubahlah syairnya sehingga menjadi lagu ‘Bayang’,” urai pihak band lewat siaran pers resminya.

.

.

Lebih jauh, Powerslaves juga mengungkapkan, bahwa saat pengajuan lagu tersebut, liriknya baru dibuat untuk verse pertama dan reff saja. Meski sisanya masih berupa bayangan, namun makna lagunya sudah menempel di kepala sang vokalis, Heydi Ibrahim. “You Got Me” bercerita tentang pria yang kecantol seorang wanita karena ketidaksengajaan. Mereka lantas jatuh cinta karena merasa dapat saling melengkapi. 

Nah di versi hari ini, selain lirik yang sudah melalui tahap perbaikan dan tambahan, juga tidak ada lagi bebunyian instrumen dram. Menurut Anwar Fatahillah, notasi di bagian reff juga mengalami perubahan, walau kord dasar tetap sama. Secara keseluruhan, konsep aransemen yang disuguhkan kali ini sarat nuansa blues yang kuat. Lalu, nuansa era ’70-an juga melekat erat berpadu dengan elemen orkestrasi sehingga menjadi nilai tambah di lagunya. Sementara dari sisi kibord, alunannya masih berbasis organ semacam Rhodes dan Hammond. Namun, warna suaranya (timbre) berbeda jika dibandingkan dengan versi “Bayang”. Di tangan Wiwiex Soedarno, “You Got Me” menjadi lebih bernyawa. 

Satu hal lagi yang juga berbeda ada di isian gitar. Tetap menampilkan notasi fill-in dan lead seperti yang pernah dimainkan gitaris Andry Muhammad (dulu bernama Andry Franzzy, Red.) di lagu “Bayang”, namun kini dieksekusi oleh Andien KS. Mengapa bukan dua gitaris panggung Powerslaves saat ini; Ambang Christ dan Robby Rahman yang ditugasi memainkan bagian tersebut?

“Sebenarnya masalah teknis saja,” cetus Anwar Fatahillah sigap, menjawab pertanyaan MUSIKERAS. “Di materi lagu ‘You Got Me’ ini, sudah ada isian gitar dari Andry Muhammad sekitar 75%. Jadi untuk mempercepat proses rekaman, diputuskan untuk memakai jasa Andien saja. Karena sebelumnya, (dia) sudah terbiasa kerja bareng untuk proses editing Powerslaves dan proyek lainnya. Karena sering kerja bareng, jadi tahu kapasitasnya. Sehingga untuk lagu tersebut, Andien mumpuni juga sebagai pengisi gitar.”  

“You Got Me” kini sudah bisa didengarkan (streaming) via berbagai platform musik digital sejak 10 April 2021 lalu. Sebelumnya, Powerslaves telah merilis album “Metal Kecil” (1995), “Metal Kartun” (1996), “Kereta Rock & Roll” (1998), “Powerslaves”, “Powerslaves (repackaged) (2002), “Ga’ Bakal Mati” (2004), “Jangan Kau Mati” (EP, 2010), “100% Rock N Roll” (2012), “Rock Kebangsaan” (EP, 2013) serta single “Stare at Me” pada April 2020 lalu. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *