“Spik Iblis” menjadi amunisi kedua EIRA, yang dikobarkan setelah meluncurkan single pertamanya, “Berantakan” pada Januari 2021 lalu. Tapi berbeda dibanding single pertama tadi, kali ini EIRA menjajal pendekatan lain dalam konteks musiknya, dimana band cadas bentukan April 2018 asal Bandung ini mengajak Southstrip, musisi hiphop asal kota Bandung juga, untuk berkolaborasi. Hasilnya, “Spik Iblis” dirasa menjadi lebih apik dengan warna baru pada musik EIRA.
“Yang membedakan single ‘Spik Iblis’ ini dengan single ‘Berantakan’, yang paling signifikan mungkin dari segi penulisan lirik dan warna musik, dimana pada single (baru) ini kami melibatkan salah satu kerabat kami, yaitu Southstrip. Melibatkan musisi hiphop pada single ‘Spik Iblis’ ini karena memang ide awal dari (vokalis/gitaris) Abi ‘Achiel’ Rafdi pada pembuatan lagu, yang terinspirasi dari salah satu lagu Slipknot, yang dimana dalam lagunya terdapat unsur rap atau hiphop,” beber EIRA kepada MUSIKERAS, mempertegas.
.
.
Tema lirik “Spik Iblis” sendiri bisa ditebak dari judulnya. Sebuah ungkapan protes yang terkadang, manusia tanpa beban membuat sebuah alasan meluncur dari bibir, entah itu tentang janji, membicarakan hal manis ataupun iming-iming indah yang tak sesuai dengan realitanya.
Para personel EIRA; Abi ‘Achiel’ Rafdi, Jondry ‘Ijon’ Sinurat (bass/vokal), Rafly Pratama (Guitar), Weganaldi ‘Egaw’ Dimyati (dram) menggarap “Spik Iblis” selama sebulan, mulai dari proses pembuatan lirik hingga proses rekam yang dieksekusi di Conscience Space Record. Lagu ini ditulis oleh Achiel, bekerja sama dengan Southstrip.
Jika menarik benang merah keseluruhan, EIRA menyebut konsep musik mereka dengan istilah ‘Neo Hybrid Punk Metal’. Alasannya?
“Karena kami menggabungkan beberapa genre musik pada lagu ini. Musik dalam lagu ini terinspirasi dari band-band seperti Disfear, Terrorizer, From Ashes Rise, Slipknot dan lain-lain!”
Setelah “Spik Iblis”, rencananya EIRA masih akan meletupkan satu single lagi, sebelum mulai fokus merampungkan penggarapan album. Proses album sendiri masih dalam tahap perekaman dan proses kreatif. (aug/MK02)