BAJINGAN TENGIK Membakar Semangat Punk yang Positif

Pandemi memang bajingan. Situasi yang bahkan membuat rombongan punk yang juga ‘bajingan’ ini sampai harus meneriakkan lirik yang khusus menyasar dampak dari terjangan Covid-19 tersebut. Lewat sebuah single baru bertajuk “Jadilah Juara”, unit punk asal Cikarang, Bekasi tersebut memotivasi diri dan masyarakat luas agar tidak kalah, selalu berjuang melawan dampak pandemi, sambil berharap masa gelap itu segera berakhir.

“Jadilah Juara” adalah sebuah lagu yang dibuat BJTGK (Bajingan Tengik) untuk mengembalikan semangat para pendengar karya mereka yang terkena dampak pandemi ini. “Dari liriknya pun memang sengaja kami buat universal, didedikasikan bagi pejuang kesehatan, bagi para ayah yang tetap kuat mencari nafkah, bagi para ibu yang tetap mendukung suami dan mengurus anaknya, dan bagi para supporter bola di Indonesia,” papar pihak BJTGK kepada MUSIKERAS, mengungkapkan alasannya.

Sebenarnya, lanjut mereka, niat melampiaskan “Jadilah Juara” sudah lama direncanakan, namun mengingat kesibukan dan pembatasan-pembatasan di masa pandemi membuat keseluruhan prosesnya selalu tertunda. Proses rekaman dilakukan para personelnya; Djundjun Rachmat Kusumah a.k.a. Djun Tengik (vokal/gitar), Ridho Fajar Ramadhan (vokal/gitar), Elang Jaya Saputra (bass) dan Ahmad Dahlan a.k.a. Golan (dram) di INK Studio, sejak dua bulan terakhir. Termasuk proses mixing dan mastering.

.

.

Oh ya, lagunya sendiri dieksekusi dalam format akustik yang ringan, plus imbuhan vokal polos dari ‘ladies punk’ Ashantythenn yang diajak berkolaborasi.

“Kami kemas dalam konsep akustik agar masuk ke semua kalangan. Kami buat lebih easy listening agar lirik kami lebih terdengar oleh pendengar karya kami. Referensi musiknya sendiri dari Rancid, Booze & Glory dan The Interupters.”

Sebelum “Jadilah Juara”, BJTGK yang terbentuk pada 17 Agustus 2006 lalu sudah pernah merilis album pertama bertajuk “Punk Adalah Obat Awet Muda” (2009). Salah satu lagunya yang berjudul “Sapulidi” pernah menjadi lagu pembuka di tiga episode program “Potret” di SCTV.

Bagi BJTGK sendiri, punk yang mereka anut memang lebih memfokuskan orientasi liriknya ke hal-hal positif. Bagi mereka, punk adalah gaya hidup yang positif. Dan seandainya masyarakat atau orang awam mau lebih mendalami lagi apa itu punk, mungkin mereka akan tahu juga bahwa punk itu baik. 

“Di punk kami belajar arti berbagi. Banyak sekali kegiatan kawan-kawan punk yang melakukan aksi solidaritas dengan berbagi sebagian rizki mereka  bagi yang membutuhkan. Di punk juga kami belajar membantu masyarakat untuk melawan ketidakadilan, baik itu melakukan sesuatu dengan tindakan atau menuangkanya dalam lirik lagu. Keistimewaan buat kami adalah ketika kami merasa berguna bagi orang lain,” seru pihak band lagi, menandaskan.

“Jadilah Juara” menjadi awal dari rangkaian rencana panjang BJTGK ke depannya. Dalam waktu dekat mereka akan merilis video klip single berikutnya, bertajuk “Bekerja”. Ya, setiap bulan mereka akan merilis satu single beserta video klipnya. Dan setelah mencapai 10 lagu dengan videonya masing-masing, barulah dirilis dalam format fisik. 

“Agar lagu-lagu kami bisa lebih dinikmati dan karya kami lebih dikenal lagi,” seru BJTGK berharap. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!