‘Kesedihan’ LAST VOICE di Antara Raungan Distorsi Post-Hardcore

Masih berkutat pada lirik sedih, unit post-hardcore/emo asal Kota Udang, Sidoarjo, Jawa Timur ini kembali melanjutkan petualangan kreativitas musikalnya. Sebuah single baru bertajuk “Diantara Duka” telah mereka lontarkan ke berbagai kanal digital. Sebelumnya, Last Voice sudah pernah merilis dua single, yakni “Sad Song” dan “Tenggelam Terluka”.

“Lagu ini bercerita tentang seorang remaja yang lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan dengan caranya sendiri, gambaran seorang anak yang merindukan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tua. Lagu ini terinspirasi dari teman yang mengalami broken home,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, memperjelas kisah di balik ungkapan liriknya.

Walau terhadang domisili dan kesibukan masing-masing, namun para personel Last Voice, yakni Erick Bagus Saputra (vokal), Elana Nazira (vokal), Fitri Puji Rahayu (bass), Danang Akbar (gitar), Akhmad ‘Pras’ Prasetya (gitar) dan Masudin Fahmi (dram) mengaku tidak menghadapi kendala berarti saat menggarap “Diantara Duka”. Perbedaan latar belakang referensi musikal juga bisa disatukan dengan apik. 

Dari segi musikal, “Diantara Duka” yang direkam di studio rumahan Betabox Studio Record dengan bantuan Yanuar Richo untuk pemolesan mixing dan mastering ini dikonsep sedemikian rupa agar pesan dari lirik lagunya tersampaikan dengan baik. Mereka mengantarkannya dengan menggunakan perpaduan riff gitar yang turut memberikan nuansa yang lebih dalam lagi.

.

.

“Dari segi materi lagu, ini merupakan gabungan dari referensi yang kami dengarkan, seperti (band) Polaris, Novelist dan While She Sleeps. Dari beberpa referensi tersebut terciptalah lagu ‘Diantara Duka’ ini, yang memadukan lirik sedih dengan gabungan riff gitar yang djenty dan catchy.”

Bisa dibilang tidak ada pergeseran atau perubahan konsep signifikan yang diterapkan di “Di Antara Duka”, jika dibandingkan dua single Last Voice sebelumnya. Menurut mereka, lirik tetap mengambil tema seputar masalah perasaan dan keresahan hati. “Konsep lagu tetap sad, hehehe.”

Setelah rilis single ke-3 ini “Diantara Duka, Last Voice akan merilis EP yang sekarang sedang merampungkan beberapa lagu lagi untuk melengkapi EP, yg akan dirilis dalam waktu dekat

Usai melepas “Diantara Duka”, Last Voice yang terbentuk pada 11 Desember 2018 lalu bakals egera melanjutkan proses perampungan sebuah album mini (EP) yang telah mereka canangkan bakal dirilis dalam waktu dekat. Tapi sementara ini, silakan menikmati “Di Antara Duka” yang bisa ditemukan di berbagai platform digital seperti Spotify, Joox, Soundcloud, Reverbnation dan YouTube. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!