Kenapa DAENG OKTAV Pamit dari EDANE? Ini Alasannya!

Kabar mengejutkan datang dari kubu Edane, salah satu band rock senior terbaik Tanah Air. Dua hari setelah tampil di acara pemutaran perdana film “GELORA Magnumentary Of Gedung Saparua” yang berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta, salah satu personelnya mendadak mengumumkan pengunduran dirinya.

Seperti yang sudah diumumkan via akun Instagram resmi Edane kemarin, 8 Juni 2021, pembetot bass Daeng Oktav menyatakan pengunduran dirinya. Di konten berformat video tersebut, Oktav menyebutkan bahwa ada urusan mendesak yang harus ia selesaikan, yang tidak memungkinkan dirinya meneruskan kegiatannya di Edane untuk sementara.

“Saya Oktav, per hari ini, mengajukan cuti bersama abang-abang saya di Edane, karena ada urusan yang harus saya bereskan. Semoga tidak menjadi kisruh dan Edane tetap edan,” seru Oktav, tanpa merinci maksud kata ‘kisruh’ lebih jauh. 

Tayangan video tersebut lantas dipertegas dengan teks singkat yang menyebutkan pengunduran Oktav secara resmi. “Daeng Oktav harus cuti sementara waktu dari kegiatan band sampai batas waktu yang tidak ditentukan karena alasan pribadi. Kami tentunya memahami dan menghargai keputusan itu. Untuk sementara waktu yang juga tidak ditentukan, posisi bass akan dipegang oleh Hendra Zamzami. Demikan kiranya untuk dimaklumi! Kami berharap dan berdoa semoga segala sesuatunya baik dan lancar untuk Daeng Oktav dan EDANE ke depannya! Hail Edan!”

Hendra Zamzami yang menggantikan Oktav sebelumnya menempati posisi sebagai gitaris tandem Eet Sjahranie, motor penggerak utama Edane.

Eet Sjahranie yang dihubungi MUSIKERAS, menyebut alasan pribadi memang menjadi dasar kuat bagi Oktav untuk mundur sementara dari Edane. “Salah satunya mungkin juga ‘hijrah’,” cetus Eet blak-blakan. 

Lalu Fajar Satritama menambahkan, urusan pribadi itu juga yang membuat Oktav harus memilih cuti panjang dan kembali ke kampung halamannya di Makassar.

Daeng Oktav yang dihubungi MUSIKERAS membenarkan alasan-alasan yang dikemukakan Eet dan Fajar. “Urusan di luar musiklah intinya, yang memang harus gue jalanin, dan cukup gue aja yang tau,” ujar Oktav mempertegas.

Selain itu, karena juga sudah tidak berdomisili di Jakarta, maka Oktav merasa sedikit memberatkan baginya untuk mengikuti akselerasi kegiatan-kegiatan Edane. “Ribet jadinya kalau harus wara-wiri, kasian Edane terbebani biaya produksi.”  

Daeng Oktav secara resmi tergabung di Edane – bersama vokalis Ervin Nanzabakri dan Hendra Zamzami – saat band tersebut merilis album “Edan” pada 2010 silam, via label Logiss Records. Namun produksi rekaman album itu sendiri hanya melibatkan Eet Sjahranie dan dramer Fajar Satritama. Dengan formasi terbaru inilah Edane lantas melibas berbagai panggung cadas bergengsi di Tanah Air, termasuk “Hammersonic Festival”, “Rockinland Festival” dan “Jogjarockarta Festival”.

Sedikit menengok ke belakang, Edane yang antara lain dikenal luas lewat lagu “Ikuti”, “Pancaroba”, “The Beast”, “Cry Out”, “Rock in 82”, “Living Dead” dan “Kau Pikir Kaulah Segalanya” ini terbentuk pada 1992 silam. Sejauh ini telah melahirkan enam album studio, yakni “The Beast” (1992), “Jabrik” (1994), “Borneo” (1996), “170 Volts” (2002), “Time to Rock” (2005) dan “Edan” (2010) serta sebuah album kompilasi bertajuk “9299” (1999).

Pada April 2018, Edane turut berkontribusi di album kompilasi “Musikeras Cracked It!” (Musikeras/Demajors) lewat lagu “Hail Edan”. Lalu pada awal Agustus 2020, lalu, Edane merilis single “Si Bangsat (Sesuka Lo)”, dimana mereka berkolaborasi dengan Bagus Dhanar Dhana, vokalis dan bassis NTRL. (*/MK03)

2 replies on “ Kenapa DAENG OKTAV Pamit dari EDANE? Ini Alasannya! ”
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *