DIMETHYL MERCURY Lepas Demo Berkonsep Death Metal/Hardcore

Belum lama ini, unit death metal pendatang baru asal Cianjur, Jawa Barat ini melampiaskan karya-karya bengis yang mereka lahirkan di tengah kejemuan menghadapi pandemi. Sebuah karya rekaman demo bertajuk “Terma Fatum”, yang diedarkan via label Inherited Production Records dalam format cakram padat (CD). Rilisan ini merupakan pemanasan sebelum Dimethyl Mercury merilis album penuhnya dalam waktu dekat.

“Terma Fatum” yang memuat komposisi “Sajak Nadir Peradaban” dan “Depresi Adalah Seni” tersebut lahir dari keresahan tiap personel Dimethyl Mercury yang diam semenjak adanya pandemi ini. Mereka – Rizky Farhan Maulana a.k.a. Dalang (vokal), Lucky Avrillia a.k.a. LuckyAFM (gitar), Randi Aprilia (gitar), Andi Supiandi a.k.a. Obih (bass) dan Raden Irfan Fardiansyah (dram) – ingin terus berkarya dengan membentuk sebuah band baru, hasil kolaborasi personel dari beberapa band yang sudah ada sebelumnya seperti Hegemony Of God, Stench Of Blood, Henious Murder dan Breath Of Hades. 

Lirik “Terma Fatum” adalah cerita dan takdir manusia yang hidup di masa sekarang. Di sini, Dimethyl Mercury melontarkan isu sosial, politik, juga kultur keTimuran yang kian tergerus doktrin liberal maupun doktrin puritan radikal yang digubah dalam sebuah majas satir serta provokatif , sehingga menghasilkan amukan lirik buas yang bisa membuat emosi pendengarnya tercabik dan bergejolak.

Eksekusi rekaman “Terma Fatum” dilakukan Dimethyl Mercury di Hegemony Records, dimana proses mixing dan mastering ditangani sendiri oleh gitaris LuckyAMF. “Proses rekaman sampai mastering membutuhkan waktu satu minggu karena terlalu banyak referensi musik dari setiap personel,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Dimethyl Mercury sendiri memilih kombinasi kebingaran death metal yang groovy, yang dipadukan dengan beat hardcore. Kebanyakan referensinya diserap dari band-band cadas dunia seperti The Black Dahlia Murder, Bloodshot Dawn, Get the Shot, Obscura, All Shall Perish, Alkaloid, Disgorge  serta pahlawan lokal macam Jasad, Viscral dan Forgotten.

“Tiap personel Dimethyl Mercury mempunyai referensi musik yang berbeda-beda. Kami membuat riff sesederhana mungkin tapi tetap enak untuk didengar,” ujar Lucky meyakinkan.

Saat ini, Dimethyl Mercury yang tahun lalu sudah merilis single debut berjudul “Hardik Tabiat” sedang bersiap-siap merilis album penuh yang beramunisikan delapan lagu, yang kembali bakal diedarkan via Inherited Production. “Tinggal menunggu waktu dan tanggal yang tepat untuk peluncurannya.” (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!