PAS Band tentang EP Terbarunya: “Be Yourself. F**k Trend!”

Usai ‘menggoda’ lewat dua single fresh, masing-masing bertajuk “Sesungguhnya” yang diperdengarkan pada November 2020 lalu, dan disusul “Friendship” pada awal 2021, akhirnya pendekar rock senior asal Bandung, Jawa Barat ini benar-benar kembali memanaskan mesinnya di industri rekaman.

Sebuah album baru – setelah kekosongan lebih dari satu dekade sejak merilis “Romantic… Lies… and Bleeding” (2008) – telah dilampiaskan PAS ke kuping para penggemarnya. Diberi judul “Unscripted Xperience”, dan telah diedarkan sejak Mei 2021 lalu dalam format fisik cakram padat (CD) dan kaset pita via label VMC Music.

Tapi “Unscripted Xperience” ini sebenarnya bukan album penuh. Tepatnya sebuah kemasan EP karena hanya memuat empat amunisi lagu. Selain “Sesungguhnya” dan “Friendship” yang menghadirkan vokal tamu dari Melani Subono, sisanya adalah lagu “Pemberani” dan “Life (It’s About You)”.

Bagi band yang juga dihuni Juki Arifin Martawidjaja a.k.a. Yukie (vokal), Bambang Sutejo a.k.a. Bengbeng (gitar), Bambang Sutrisno a.k.a. Trisnoize (bass), Sandy Andarusman (dram) dan Richard Muttler (dram), keempat lagu tersebut sebelumnya sudah sering dibawakan PAS di panggung, namun baru sekarang ini sempat direkam secara serius. 

Menurut penuturan Trisnoize kepada MUSIKERAS, keputusan merilis “Unscripted Xperience” dalam format EP merupakan hasil kesepakatan band dengan VMC yang telah melalui pertimbangan yang matang dari kedua pihak. Namun PAS sendiri saat ini sebenarnya punya banyak stok lagu.  

“Tidak menutup kemungkinan bisa bikin album full,” cetus Trisnoize meyakinkan.

.

.

Saat ditanya tentang konsep musik PAS serta apakah ada penyesuaian dengan tren rock yang sedang berlaku saat ini, Trisnoize dengan tegas menangkisnya.

“PAS is still PAS… we’re still alive & kicking. Sektor dram kan diisi oleh dua dramer, pengaruh perkembangan sound pasti ada. Namanya juga teknologi. Sektor gitar tetap mendominasi perkembangan sound PAS, mulai dari sound minimalis seperti di lagu ‘Sesungguhnya’ dan eksplorasi sound di tiga lagu lainnya. Relevan dengan tren? F**k trend! Be yourself, because an original is worth more than a copy.”

PAS mengawali sepak terjangnya pada 1989 silam, dan berhasil menelurkan EP debut ”Four Through The Sap” (1993) secara independen. Jalur nekat yang saat itu belum popular dilakukan oleh kalangan musisi yang rekaman. Selanjutnya, PAS bertuturt-turut merilis tujuh album studio, yakni “In (No) Sensation” (1995), “indieVduality” (1997), “Psycho I.D” (1998), “Ketika” (2001), “PAS 2.0” (2003)”, “Stairway to Seventh” (2004) dan “Romantic…Lies…and Bleeding” (2008). Pada 2006, sebuah album kompilasi yang merangkum lagu-lagu terbaik PAS juga dirilis, berjudul “The BeAst of PAS”. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!