ABOMINABLE DEVOURMENT dan Kebrutalan Debut Slamming Death Metal

Satu lagi penggilas di skena slamming death metal telah menancapkan taringnya. Sejak 7 Juli lalu, trio brutal asal Tangerang ini telah meletupkan album debutnya dengan tajuk yang cukup panjang; “Gobbling Peculiarity On Unanimously Deformation of The Gory Monstrouslamorphous” via label Brutal Mind.

Menurut tuturan pihak Abominable Devourment kepada MUSIKERAS, jika diartikan secara kasar, judul tersebut adalah ‘melahap keanehan seiring dahsyatnya kecacatan slam yang tak berbentuk yang penuh dengan lumuran darah’.

Jika belum mengerti maksudnya, ini penjelasan mereka: “Tema yang coba kami sajikan dalam album ini masih tidak jauh dari band-band slam pada umumnya, seperti malpraktek terlarang di bidang kedokteran yang biasa disebut pathological, kejadian nyata kasus pembunuhan, juga mengangkat tema ekstraterestrial yang menyangkut soal makhluk luar angkasa, dan kenikmatan menyantap minuman beralkohol.”

Abominable Devourment yang terbentuk pada 2016 mulai menarik perhatian – khususnya di skena pemuja musik slamming di Tanah Air – saat merilis demo pada 2017. Band ini digerakkan oleh vokalis Jay Valist a.k.a. Papa Slam, gitaris Ikbal Makariansyah Firdaus a.k.a. Sikh Slam yang juga mempunyai band bernama Visceral Cadaverment serta dramer Leonardo Setiawan a.k.a. Leon Slam yang saat ini juga tergabung di band Jeritan Babi. Di Abominable Devourment ini, ketiganya sengaja menggunakan nama alias agar ada perbedaan dengan band masing-masing.

Sepuluh trek yang memanaskan “Gobbling Peculiarity On Unanimously Deformation of The Gory Monstrouslamorphous” direkam di Gubuckgore yang berlokasi di kawasan Bogor. Saat penggarapannya, Abominable Devourment dibantu oleh engineer Ridho Leonard, mulai dari proses rekaman sampai mixing dan mastering

“Bisa dibilang, prosesnya sangat panjang, memakan waktu tiga tahun, dikarenakan kami sendiri mencoba untuk bereksperimen dengan musik slamming death metal itu sendiri, dengan sedikit menyampurkannya unsur nu metal, deathcore, thrash, hingga hardcore,” urai pihak band lagi, mengungkapkan.

.

.

“Gobbling Peculiarity On Unanimously Deformation of The Gory Monstrouslamorphous” sendiri sarat tebaran racun slam yang groovy, mengajak untuk mengayunkan kepala (headbanging) tanpa henti. Single andalan di album ini bertajuk “Slam Gangsta Crime Famillia” yang dianggap cukup mewakili bagaimana serbuan groovy riff berhasil menghantam secara lugas.

“Pengaruh besar musik kami lebih ke nama-nama seperti Begging For Incest, Chordotomy, Pighead, Acranius, Gutrectomy, Maximize Bestiality, No One Gets Out Alive, dan semacamnya. (Sementara) Untuk mixing dan mastering kami cenderung (mengacu) ke tipikal album-album dari Abominable Putridity.”

Oh ya, di album tersebut, Abominable Devourment juga menyelipkan nomor daur ulang milik band hip-metal lawas, Purgatory yang berjudul “Dragdown”. Tentu saja dieksekusi dengan gaya slamming khas mereka sendiri.

“Purgatory sendiri adalah band metal lokal favorit kami yang mempunyai komposisi yang padat, maka dari itu kami sebelumnya sudah meminta izin untuk mendaur ulang salah satu treknya untuk dimasukkan ke dalam album debut kami ini. Menurut kami juga, kata perfect balance adalah yang tepat bagi Purgatory.”

Bagaimana cara untuk mendapatkan album “Gobbling Peculiarity On Unanimously Deformation of The Gory Monstrouslamorphous”? Kalian bisa menghubungi pihak Brutal Mind untuk rilisan fisik dalam format CD, atau mendengarkan versi digital streaming via Bandcamp, Spotify, Apple Music, Deezer dan Amazon Music. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.