Di Single Barunya, EACH DAY REMAINS Tumpahkan ‘Amarah’ Metallic Hardcore

Tahun lalu, Each Day Remains (EDR) merilis dua single bertajuk “Tanpa Arah” dan “Sepakat Mendominasi” yang kental akan nuansa hardcore berat dan lebih mengarah ke beatdown. Tapi kali ini, unit bengis asal Jakarta tersebut ingin lebih melebarkan jangkauan eksplorasinya. Lewat single terbarunya yang dilabeli “In Our Mind”, EDR menumpahkan konsep geberan musiknya dengan menyuntikkan balutan metallic hardcore yang lebih melodius.

Adanya pergantian personel di formasi band ini, yang kini diperkuat oleh Wandi Arian Budiman (vokal), Ziko (gitar), Aditya Budhi Suteja a.k.a. Ditch (bass) dan Angga R.A Harahap (dram), cukup memberikan warna baru pada transisi EDR. Era dimana mereka sepakat untuk menuju ‘modernisasi’ yang sesuai isi hati. Aransemen yang lebih terasa sisi introspeksinya, terutama pada harmonisasi melodi dan isian pola drum yang lebih variatif, intens dan terarah.

Tetap keras, namun sekaligus mereka mengendalikan amarah dengan sodoran sisi gelap nada-nada minor, tema lagu yang lebih personal serta inspirasi dari lingkungan sekitar, persahabatan dan rasa kehilangan. Lewat peluncuran single “In Our Minds” tersebut, menjadi pelontar sinyal kuat bahwa sedang terjadi perubahan konsep di band ini. 

.

.

“Kami seolah ingin memberikan informasi kepada khalayak banyak pada umumnya, dan skena hardcore khususnya, bahwa arah musik kami untuk ke depannya akan berbeda. Kami memutuskan untuk lebih banyak mengekplorasi emosi, melodi dengan balutan metal yang sangat kental, karena kami rasa suguhan ‘amarah’ seperti yang telah kami lakukan beberapa tahun belakangan belum terasa cukup untuk menggambarkan semua perasaan kami di dalam sebuah lagu,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, merinci alasannya.

Eksekusi penggarapan materi “In Our Minds” sendiri disebut EDR sangat menarik. Lantaran, para personelnya tersebar di beberapa tempat di Jakarta, Depok dan Bogor. Mereka melakukan rekamannya di dua tempat, yakni di Studio Rocky, Bogor untuk tracking instrumentasi serta di Studio Mamokiak, Tebet, Jakarta untuk isian vokal. Oh ya, Studio Rocky sendiri dipilih dengan pertimbangan hasil akhir yang dihasilkan, serta juga beberapa engineer di studio tersebut masih berada dalam satu jejaring pertemanan dengan EDR.

Setelah perilisan “In Our Mind”, rencana EDR berikutnya adalah menyiapkan penggarapan album mini (EP) atau mungkin album, sambil mencari label rekaman yang tertarik untuk memproduksi dan mendistribusikannya.

“Sejauh ini ada beberapa label yang telah tertarik dengan materi-materi baru yang telah kami suguhkan di beberapa layanan digital platform. Tetapi karena materi belum terekam semua, saat ini kami lebih memfokuskan untuk menyelesaikan rekaman terlebih dahulu untuk semua materi yang telah kami buat.”

Untuk mendengarkan “In Our Mind”, bisa ditemukan di platform digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Bandcamp, Amazon Music, Google Play, YouTube dan sebagainya. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *