‘Kegelapan’ Emo dan Nu Metal Dilebur VERN di “Psychosis”

Sisi lain yang lebih ‘keras’ dibandingkan sebelumnya, terlampiaskan di single terbaru milik band rock asal Jakarta ini, yang bertajuk “Psychosis”. Kali ini ada nuansa yang lebih gelap dengan balutan musik nu metal, plus beberapa bagian vokal diisi dengan scream growl. Sementara ketika Vern melepas single debutnya, “Never Be” pada Juni 2021 lalu, konsep yang diterapkan cenderung ke corak pop rock.

Dari segi musikal, apa alasan utama mereka mengubah konsep?

“Pada dasarnya, referensi dan influence personel kami memang berbeda-beda. Dari hal tersebut kami mencoba untuk mengakomodir seluruh masukan dan menuangkannya ke dalam musik kami. Konsep musik Vern pada saat ini tetap berbasis pada musik rock dengan banyak pengaruh dari musik-musik seperti emo dan nu metal. Untuk referensi lagu ‘Psychosis’ sendiri dari Linkin Park dan Bring Me the Horizon, namun kami tetap mencoba untuk menampilkan gaya musik kami sendiri,” papar pihak band kepada MUSIKERAS, mengurai visinya. 

Rancangan musik pada single “Psychosis” sendiri diawali oleh Budi Kurniawan (gitar/kibord) pada Januari 2021 lalu, yang lantas diaransemen bersama dengan Rully Setiawan (bass/vokal latar). Prosesnya mulai dilakukan setelah lagu “Never Be” rampung diproduksi. Draft musik “Psychosis” tepatnya dibahas bersama sejak Maret untuk mencari komposisi, tema lirik serta aransemen.

.

.

Vokalis Yuedi ‘Yue’ Maulisman yang menulis lirik menuturkan sebuah kegelisahan tentang seseorang yang terkadang merasa ada sesuatu yang mengejarnya dan ingin ‘membunuh’nya, namun semua itu sebenarnya tidak ada dan hanya ada di dalam pikirannya saja. Setelah memasukkan lirik ke dalam draft lagu dan melakukan penyesuaian pada musik dan kord, akhirnya proses produksi dimulai pada April lalu.

Lebih jauh, Vern menyebut “Psychosis” memang diramu dengan pendekatan nuansa ‘gila’, dengan memasukkan nada-nada synthesizer yang terkesan ‘thiller’. Sementara di vokal, mereka juga menyuntikkan sedikit geraman scream/growl untuk – sekali lagi – menambah kesan ‘ketegangan’ pada lagu tersebut.

“Pada bagian bridge kami ubah dengan beat yang lebih cepat untuk menambah dinamika dan menaikkan adrenalin. Pada bagian chorus terakhir sebelum outro, Rully menambahkan sound trance sebagai jembatan menuju outro untuk menambah klimaks dari bagian tersebut.”

Sama seperti lagu “Never Be”, Vern juga mempercayakan produksi “Psychosis” di bawah naungan label independen Spadan Swara, mulai dari eksekusi rekaman, hingga pemolesan mixing dan mastering

Ya, usai peluncuran “Never Be” dan “Psychosis”, memang ada juga rencana dari band bentukan Desember 2020 ini untuk merilis album mini (EP) pada akhir tahun ini. Namun sebelumnya, mereka membocorkan bahwa bakal ada satu single lagi yang ditetaskan sebelum masuk ke persiapan perilisan EP.

“Selain itu, kami juga berencana untuk melakukan mini showcase bekerja sama dengan beberapa rekan band kami. Target kami di bulan Oktober setelah single ketiga kami rilis.” 

Lagu “Psychosis” yang resmi diperdengarkan pada 19 Agustus 2021 lalu ini sudah dapat dinikmati via berbagai platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Amazon Music, Deezer hingga Youtube. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *