Kabar Keras Dunia: Dari IMMINENCE Hingga WHITECHAPEL

Unit post-hardcore/alternative metalcore asal Trelleborg, Swedia, IMMINENCE kembali menggebrak lewat single baru. Kali ini bertajuk “Ghost” yang juga direkam di Swedia – termasuk proses mixing dan mastering – bersama produser Henrik Udd (Architects/Bring Me the Horizon/At the Gates). Lewat “Ghost”, grup yang dihuni vokalis dan pemain biola Eddie Berg, gitaris Harald Barrett dan Alex Arnoldsson, dramer Peter Hanström serta bassis Christian Höijer ini sekali lagi menampilkan pendekatan musikal yang tidak terbatas, beragam, dan dinamis. Barrett berkomentar, bahwa single “Ghost” merupakan contoh sempurna tentang bagaimana aliran kreatif di Imminence yang tidak mengikuti tren. “(Justru) Sebaliknya, kami selalu bersemangat untuk menjelajahi hal-hal yang tidak terduga.”

Selama 2021, Imminence yang telah bergerilya di pentas metal sejak 2010 silam telah merilis single “Temptation”, “”Heaven In Hiding” dan “Ghost”. Sementara album yang telah mereka rilis adalah “I (We Are Triumphant Records)” (2014), “This is Goodbye” (2017) dan “Turn The Light On” (2019) serta empat album mini (EP) yang masing-masing bertitel “Born Of Sirius” (2012), “Return to Helios (We Are Triumphant Records)” (2013), “Mark on My Soul” (2015) dan “Turn The Light On (Acoustic)” (2020).

.

Gitaris Nick Hipa akhirnya resmi memberi konfirmasi bahwa dirinya telah hengkang dari AS I LAY DYING, band yang dihuninya sejak 2003 silam. Desas-desus pengunduran diri Nick sebenarnya telah merebak sejak Agustus 2020 lalu, namun baik Nick maupun pihak band tak pernah mengklarifikasi hal tersebut. Pengunduran diri Nick sendiri disampaikan via akun Instagram pribadinya, empat hari lalu. Selama setahun belakangan, Nick mengaku lebih mengarahkan fokus pada beberapa proyek kreatif, menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga serta menjaga kesehatannya. Ia juga meminta maaf tak pernah memberi tanggapan terhadap orang-orang yang mempertanyakan statusnya di As I Lay Dying. “Saya sudah mencoba untuk melanjutkan hidup dengan damai. Saya bersyukur atas pelajaran yang telah saya dapatkan dan orang-orang luar biasa yang telah saya temui dan terhubung selama 17 tahun terakhir. Saya akan tetap beredar,” ujarnya. Nick dan As I Lay Dying terakhir kali merilis album pada September 2019 lalu, yang bertajuk “Shaped By Fire”.

.

Pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, trio djent ANIMALS AS LEADERS yang dihuni gitaris Tosin Abasi dan Javier Reyes serta dramer Matt Garstka akhirnya merilis karya rekaman single terbaru. Peluncuran single instrumental bertajuk “Monomyth” tersebut sekaligus menandai kerja sama terbaru mereka dengan label rekaman independen, Sumerian Records. Video musik “Monomyth” sendir digarap oleh sutradara Telavaya Reynolds yang berkolaborasi dengan koreografi Tlathui Maza/Nohbords. Menurut Tosin Abasi, ia menggambarkan “Monomyth” sebagai bagian dari mimpi dalam kondisi demam. Bagian dari ritual. “Citranya mewakili upaya tanpa henti manusia untuk menerjemahkan ide-ide transenden ke dalam gerakan. Penggabungan perjuangan dengan makna. Rasa sakit dengan signifikansi. Kegagalan menyaring pola yang dirasakan di dunia menjadi pengetahuan.”

.

Film dokumenter resmi tentang band rock legendaris LED ZEPPELIN yang diberi titel “Becoming Led Zeppelin” telah dipertontonkan untuk pertama kali di Venice International Film Festival di Italia pada 4 September 2021 lalu. Di film berdurasi dua jam 16 menit yang disutradarai oleh Bernard MacMahon tersebut, tersaji dokumentasi wawancara terbaru dengan para personel Led Zeppelin, yakni gitaris Jimmy Page, vokalis Robert Plant serta bassis Jon Paul Jones, plus arsip wawancara yang langka dengan mendiang dramer John Bonham. Menurut Bernard MacMahon, ia membuat film dokumenter tersebut terlihat dan terasa seperti musikal. Ia ingin menyatukan empat cerita berbeda dari anggota band sebelum dan setelah mereka membentuk grup mereka. “Sebagian besar cerita mereka maju hanya dengan menggunakan musik dan citra dan untuk mengontekstualisasikan musik dengan lokasi pembuatannya dan peristiwa dunia yang menginspirasinya. Saya hanya menggunakan (foto) cetakan asli dan negatif, dengan lebih dari 70.000 bingkai jejak rekam yang dipulihkan secara manual, (juga) melapisi cuplikan pertunjukan yang tak terlihat dengan montase poster, tiket, dan perjalanan untuk menciptakan rasa visual dari ingar-bingar awal karir mereka.”

.

Single baru nan brutal bertajuk “Lost Boy” yang dirilis pada 31 Agustus 2021 lalu bersamaan dengan video musiknya, menjadi gebrakan awal bagi unit death metal WHITECHAPEL untuk menyambut peluncuran album terbarunya. Album studio kedelapan band asal Tennessee, AS tersebut bakal diberi judul “Kin” dan akan diedarkan mulai 29 Oktober 2021 mendatang via label Metal Blade Records.

Band yang dihuni formasi Phil Bozeman (vokal), Ben Savage (gitar), Alex Wade (gitar), Gabe Crisp (bass), Zach Householder (gitar) dan Alex Rüdinger (dram) ini menyebut “Kin” sarat eksplorasi musikal yang lebih beragam dan dinamis. Bahkan, cakupan komposisinya juga menyentuh ranah rock. 

“Ini masih album metal, tapi ada elemen rekaman yang lebih bernuansa rock dan terbuka. Kami benar-benar ingin lagu-lagu ini bernafas dan terdengar lebih besar dari apa pun yang kami buat sejauh ini,” ujar Alex Wade menjelaskan lebih jauh.

Ada 11 lagu yang termuat di “Kin”, dimana keseluruhan proses tracking dieksekusi di studio rekaman milik Zach Householder. Kali ini, Whitechapel kembali didampingi produser langganan mereka, Mark Lewis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *