HORRIFIED Letupkan “Greed Bloom” dengan Mesiu Deathgrind

Sebuah karya rekaman single terbaru berjudul “Greed Bloom” akhirnya dihempaskan unit grindcore/deathgrind bentukan akhir 2019 ke skena musik cadas Tanah Air. Lagu baru ini adalah buah dari kondisi pandemi yang menyulitkan band asal Bandung, Jawa Barat tersebut untuk mencari panggung, sementara Horrified adalah tipikal band yang tidak bisa diam begitu saja. 

“Greed Bloom” yang bercerita tentang keserakahan umat manusia yang terus berkembang dari zaman ke zaman itu sendiri digarap dengan konsep musik yang jauh berbeda dibanding karya demo mereka, yang pernah mereka rilis pada Maret 2021 lalu dalam format kaset dalam jumlah terbatas. Di demo tersebut, ada enam komposisi gesit yang mereka lampiaskan, namun dieksekusi dengan dramer yang berbeda.

“Pada saat itu kami memainkan riff-riff thrash metal, tapi dengan durasi yang pendek, ya layaknya grindcore,” cetus Horrified kepada MUSIKERAS, memberi penjelasan.

Bukti itu – jika ingin membandingkan perbedaannya – bisa mengeceknya di halaman Bandcamp mereka. Khususnya di single demo mereka yang bertajuk “Horrible Mutant”. “Saat itu referensi musik kami ingin mencampurkan ngebutnya Napalm Death dan riff-riff thrash metal yang dimainkan Slayer, (namun) dimainkan cepat serta singkat. Bermain tanpa double pedal, efek gitar dan bass pun hanya ala kadarnya.”

.

.

Tapi setelah merilis demo tersebut, dramer Horrified saat itu memutuskan keluar, sehingga singkat cerita, mereka pun mencari pengganti, sambil langsung menulis materi baru dengan referensi yang baru pula. Tujuannya agar lebih fresh. “Karena kami pikir dengan personel baru kami ingin memainkan musik yang berbeda dengan materi yang ada di demo. Logo pun kami ganti. Tetapi dengan nama yang sama Horrified dan tetap memainkan musik grindcore. Jadi singkatnya hanya referensinya saja yang berbeda,” seru mereka lagi.

Proses kreatif saat merekam single “Greed Bloom” sendiri terbilang cepat,  karena hanya menghabiskan waktu satu shift atau selama enam jam saja. Karena Adam Ryantamma Putra (vokal/gitar), Mochamad Rifai (bass) dan Almi Wiguna (dram) hanya merekam satu lagu, jadi mereka punya banyak waktu untuk mengeksplorasi isian musik di “Greed Bloom”, yang menurut mereka tidak terpikirkan akan menjadi seperti itu saat latihan, sebelum masuk ke studio rekaman di Teargas Lab, Bandung. “Banyak ide yang muncul secara mendadak di studio!”

Masih dari sisi musikal, racikan “Greed Bloom” disebut oleh Horrified dengan istilah ‘deathgrind’, sebuah ‘jalan tengah’ dari apa yang telah mereka mainkan sebelumnya, dengan suntikan referensi dari band-band seperti Repulsion (AS), Napalm Death (Inggris) hingga Paranoid (Swedia). Karena menurut Horrified, grindcore itu sendiri sebenarnya sangat luas cakupannya. Mulai dari punk seperti Extreme Noise Terror (Inggris) sampai yang death metal seperti Terrorizer (AS). Mereka masih bisa disebut grindcore.

“Kami memainkan grindcore yang dicampur antara punk dan death metal yang kami mainkan secara berbarengan. Juga ada sedikit sentuhan doom dan sedikit noise. Itu semua kami racik dan jadilah single ‘Greed Bloom’.”

Usai perilisan single “Greed Bloom”, Horrified selanjutnya berniat menggarap album mini (EP), dimana persiapannya sudah bermodalkan 5-6 lagu, termasuk “Greed Bloom” sendiri. Namun proses menuju EP tersebut sepertinya masih jauh karena ada beberapa lagu, serta juga penulisan liriknya,  yang belum rampung. Namun Horrified sendiri menargetkan pertengahan tahun depan, sekitar April atau Mei akan masuk studio untuk memulai proses rekaman EP tersebut. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *