Di “Sky Burial”, FORNICATION ‘Kubur’ Deathcore yang Generik

Memastikan masih mencengkeram kuat di jalur musik deathcore, namun unit keras asal Yogyakarta ini tak ingin terjebak menjadi band yang generik. Deathcore versi Fornication telah dieksplorasi sedemikian rupa sehingga kini – menurut mereka – telah menjadi jati diri Fornication. 

Formula ini telah mereka tancapkan sebagai penanda era baru, lewat sebuah single rekaman terkini bertajuk “Sky Burial”. Ini cerita tentang praktek pemakaman mengerikan yang terdapat di pegunungan Himalaya, dimana jenazah manusia ditempatkan di dataran luas agar terurai sendiri terkena unsur-unsur atau dimakan oleh hewan pemulung, terutama oleh burung bangkai. Praktek pemakaman ini dilakukan oleh kepercayaan Buddhis Vajrayana yang bertujuan pengajaran instruksional tentang ketidakkekalan kehidupan.

“‘Sky Burial’ merupakan awal kami untuk membuka lembaran baru dengan memadukan musik black metal di setiap materi lagu kami, sejalan dengan tema yang kami bawa yaitu gelap. Hingga titik ini kami rasa telah menemukan jati diri kami dengan vibes black metal tersebut. Tetapi perlu digarisbawahi kami masih di jalur musik deathcore,” umbar pihak band kepada MUSIKEREAS, mempertegas konsepnya.

Untuk menajamkan racikan musiknya, Fornication yang diperkuat formasi Taufik Noor Nugroho (vokal), Fidika Arif Kurniawan (gitar), Bagus Prabowo Wijiono (gitar) dan Gilang Hardjuna Wibowo (dram) membutuhkan waktu selama sebulan untuk menggodoknya di Caliban Records, demi mendapatkan musik yang detail dan gelap. Termasuk proses mixing dan mastering yang juga memakan waktu yang cukup lama.

.

.

“Karena kami menggabungkan sound modern dengan nuansa yang darkness untuk mendapatkan hasil menyatu utuh dan tidak terkesan mentah.”

Lebih jauh tentang konsep musiknya, Fornication menyebut aransemen “Sky Burial” sangat dipengaruhi oleh band-band black metal dunia seperti Dark Funeral dan Behemoth, dimana racikannya dibuat padat dan kencang, dengan selipan riff deathcore yang membuat intensitas lagu ini sangat menantang. Sebuah hal yang berbeda dan cukup fresh di ranah deathcore. “Sky Burial” ini malah terdengar seperti band black metal dengan sisipan deathcore, bukan sebaliknya. 

“Memang sangat terdengar seperti band black metal dari arasemen hingga soundnya, dan kami berikan sedikit indentitas deathcore pada riff-nya. Kami melihat band deathcore di Indonesia masih generik, artinya hampir setiap band terdengar mirip dari segi sound, arasemen hingga struktural lagunya. Maka dari itu kami berfikir untuk mengembang kreatifitas kami dengan memasukan vibes black metal, sehingga akan menciptakan musik dengan style kami sendiri.” 

Usai menggeber promosi untuk single “Sky Burial”, target band bentukan 21 Desember 2015 lalu ini bakal langsung terfokus ke penggarapan album debut. Dan konsep keseluruhan dalam penyusunan komposisi dan aransemen bakal berkaitan dengan single “Sky Burial” yang brutal, padat dan gelap. Sedangkan lirik akan mengambil konsep sisi gelap dari sifat manusia. 

“Saat ini kami dalam proses pengumpulan materi, beberapa lagu pun sudah jadi materi mentahnya dan rencana akan dirilis pada awal tahun depan.”

“Sky Burial” yang diluncurkan secara resmi sejak 21 September 2021 lalu bisa ditemukan di berbagai platform digital seperti Bandcamp, Spotify, iTunes, Apple Music hingga Deezer. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *