Lewat “Ice Cream”, JVICI Taklukkan Depresi dengan Punk Rock

Dari kota Palopo yang terletak di salah satu sisi provinsi Sulawesi Selatan, band punk rock ini mencoba mengekspresikan rasa depresi mereka terhadap pandemi yang telah berlangsung cukup lama, lewat sebuah lagu bertajuk “Ice Cream”. Rilisan independen ini juga sekalian melontarkan ungkapan bahwa JVICI lahir sebagai wadah rehabilitasi mental yang terbuka untuk siapa saja yang mengalami kekacauan psikis.

Lagu “Ice Cream” sendiri diciptakan saat vokalis dan gitaris Dede Wirahadi Pong Sitanan karena mengalami tekanan terhadap lingkungan serta latar belakang rasa depresi tadi. Alasan itu juga yang memicunya untuk membentuk JVICI bersama dramer Muhammad Zakary pada awal Maret 2021 lalu, yang dimaksudkan sebagai sebuah tindakan positif untuk melawan rasa depresi tadi.

Makanya, nama JVICI disepakati sebagai identitas band, yang mana kurang lebih bermakna “penaklukan terhadap hasrat diri”. “Vici” adalah bagian dari kalimat ‘veni vidi vici’ yang diucapkan Alexander the Great, salah satu raja di Yunani pada masa 356-323 SM. 

.

.

Proses kreatif saat merekam single “Ice Cream” dilakukan oleh Dede, Zakary serta bassis Muhammad Fatur Ramadhan di salah satu label rekaman indie yang ada di kota Palopo, yaitu Rio Music. Rekaman dilakukan selama kurang lebih dua minggu, yang dieksekusi cukup detail menyangkut eksplorasi serta eksperimentasi musik yang intens.

“Terutama pada aspek gitar yang berupaya mendapatkan melodi, noise dan efek yang sesuai,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Musikalitas JVICI sendiri sangat dipengaruhi oleh unsur punk rock, hardcore serta Seattle sound. Khususnya di single “Ice Cream”, JVICI menekankan pada unsur noise and loud dengan penerapan distorsi kotor seperti fuzz, lalu gebukan dram yang berat dengan isian-isian bertempo lumayan cepat serta betotan bass berkarakter ‘gendut’.

“Juga pada dinamika musik yang cenderung slow, kemudian konstan keras pada bagian reff. Beberapa referensi yang terkait dengan musikalitas kami pada single ‘Ice Cream’ adalah Sonic Youth di lagu ‘100%’, Minor Threat di ‘In My Eyes’, Pixies ‘Tame’ serta MudHoney di lagu ‘Need’.”

Saat ini, JVICI sedang mengerjakan beberapa demo dan rekaman single lainnya, sebagai langkah menuju perilisan album debut yang berjudul “Pulchrum”. Sejauh ini, menurut pihak band, persiapannya sudah sampai pada tahap rekaman single kedua yang diberi judul “Queer”, yang bakal rilis dalam waktu dekat. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *