NEWFLAG “Menolak Bungkam” dan Geber Hardcore Metal Modern

… Sebuah ungkapan kekesalan atas semua keadaan ini. Pintar tapi buat membodohi. Kuat tapi buat melemahkan. Cerdas tapi buat menyakiti. Tidak ada yang superior di dunia ini kecuali sang Pencipta. Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Kami tetap tidak akan Bungkam ….

Cuilan lirik di atas adalah sebuah tebasan tegas dari unit cadas ekstrim asal pesisir pantai utara, Pekalongan, Jawa Tengah ini. Lewat karya rekaman terbarunya yang bertajuk “Menolak Bungkam”, Newflag yang terbentuk pada Juni 2019 lalu ini ingin memuntahkan kegelisahan mereka terhadap fenomena isu politik dan sosial yang terjadi di negeri ini. 

“Lagu ‘Menolak Bungkam’ terinspirasi oleh suara-suara lantang dan lugas, dimana diwakilkan oleh teman-teman mahasiswa dan seluruh rakyat di negeri ini pada saat menyuarakan aspirasinya,” seru pihak Newflag kepada MUSIKERAS, berapi-api. 

Dan untuk menambah daya tampar unek-unek tersebut, Newflag menggebernya dengan gempuran distorsi hardcore/metal yang berkarakter oldschool, plus cecaran permainan riff di gitar yang berkarakter thrash metal. Formula ini, yang sedikit banyak merupakan sari dari band-band yang mereka jadikan referensi seperti Agnostic Front, Madball , Slayer, Slipknot, Walls of Jericho, Born From Pain hingga Rise of the Northstar tersebut, menghasilkan luapan emosi yang semakin meledak-ledak karena disampaikan dengan tempo yang cenderung cepat dan padat, serta terapan sound yang modern. Sedikit berbeda dibanding single pertama mereka, “Militansi” (2020).

.

.

“Perbedaan di single kedua ini, lebih kepada pemilihan karakter sound yang lebih bold dan modern yang dapat mewakili era kapan single ini dirilis. Sound dan karakter yang saat ini sedang menjadi barometer atau tolak ukur industri musik, terutama musik ekstrim, dimana band-band yang lebih mendunia melakukannya. Oleh karena itu, kami memilih Iron Label Studio untuk bisa merepresentasikan keinginan kami di single ‘Menolak Bungkam’ dari sisi finishing akhir pada mixing dan mastering,” tutur pihak band lagi merinci. 

Secara teknis, Newflag yang dimotori Irani Fazagani (vokal), Ega Gilar (gitar), Tegar Blasz (bass) dan Deady Sukma (dram) meracik geraman gitarnya dengan memaksimalkan paduan karakter suara (ampli) EVH 5150iii dengan gitar LTD EC256. Lalu untuk bass tetap dibuat kasar, hasil dari kombinasi drive dan bright untuk menyeimbangkan tone antara treble, middle dan low. 

“Secara keseluruhan, sound di single “Menolak Bungkam” dibuat lebih menonjolkan ‘clarity’ dan tetap ‘bold’ yang mewakili balutan sound modern menurut versi kami.” 

“Menolak Bungkam” sendiri dirakit dari lirik dasar karya Deady yang lantas disempurnakan oleh Irani, dan kemudian dikawinkan dengan konsep musik garapan Ega. Setelah sepakat dengan pola aransemen serta komposisi musiknya, selanjutnya mereka mulai meriset dan menngembangkan karakter sound yang diinginkan. 

Seluruh eksekusi rekaman instrumentasi serta vokal dilakukan di Ghederecord Studio, Pekalongan. Namun khusus untuk isian dram, rekamannya dirampungkan di Funhouse Studio, Bandung. Sementara untuk mixing dan mastering, Newflag memilih Iron Label Studio di Madiun untuk memoles mixing dan mastering lagu tersebut. Jadi, ujar Newflag lagi, bisa dibayangkan betapa untuk single tersebut mereka benar-benar mencoba untuk menyuguhkan karya rekaman yang maksimal.

Setelah perilisan “Menolak Bungkam”, rencana Newflag berikutnya adalah pembuatan album. Sebagian besar materinya sudah siap dan sudah memasuki tahapan perekaman guide serta versi demo yang selanjutnya bakal dikurasi hingga mendapatkan hasil yang ‘klimaks’.

Lagu “Menolak Bungkam” sudah dilepas dalam format digital sejak awal Oktober lalu, dan juga bisa didapatkan di album kompilasi “Rock On Metal Brotherhood Vol. 10: Srom of the Core” yang dirilis dalam format fisik. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *