Lupakan Koplo, Ada GO ON dengan Hardcore/Punk ‘Fun’ dari Kawasan Pantura

Berkolaborasi dengan Samstrong Records, sebuah label hardcore/punk independen asal Yogyakarta, akhirnya perilisan materi album yang sebenarnya sudah mulai digodok sejak 2016 lalu berhasil dieksekusi. Album besutan GO ON tersebut bertajuk “Common Vision”. 

Ya, “Common Vision” memang merupakan sebuah proyek yang telah tertunda cukup lama. Namun, seiring dengan adanya pergantian personel serta kesibukan di luar kegiatan band, membuat unit hardcore asal Tegal, Jawa Tengah ini terpaksa harus merelakan penundaan perilisannya.

Sebelumnya, GO ON yang diperkuat formasi Ik8ball (vokal), Ali Fikri (bass), Hendrik (dram), Angga (Gitar) dan Saeful ‘Devon’ (gitar) ini sempat merilis sebuah album demo yang direkam secara live di AL Studio, Semarang, tak lama setelah terbentuk pada 2014 silam. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan tur bersama dengan dua unit hardcore asal Depok, yaitu Still Burn dan Side Off. Di mata GO ON, hardcore sendiri adalah sesuatu yang menyenangkan (fun). Itu yang mereka tunjukkan di album barunya yang memuat delapan lagu enerjik, bertaburkan ritme kencang, kocokan riff gitar yang padat, mengingatkan kembali akan materi-materi hardcore klasik.

“Konsep musik di album ‘Common Vision’ (memang) masih berangkat dari hardcore punk era ‘90an. Referensi musik banyak, rata-rata hardcore punk era ‘90an seperti Mainstrike, the Casualties, No Justice… ya masih banyak sih,” seru GO ON kepada MUSIKERAS, memperkuat ‘iman’nya.

.

.

Tapi seperti yang sudah disinggung di atas, unsur ‘fun’ selalu menjadi elemen yang tak terpisahkan dari proses kreativitas serta racikan komposisinya. Makanya, tanpa ragu, mereka menyebut seluruh lagu yang termuat di album, yakni “Dead by Fashion”, “Punk”, “Hate Your Direction”, “In My Eye”, “Without A Doubt”, “Make People Understand”, “I Wanna Free” serta lagu yang dijadikan judul album, “Common Vision” menyenangkan.

“Buat kami yang paling menantang, ‘menyenangkan’ sekaligus memuaskan… ya semua lagu di album ini. Karena penggarapannya dibantu (juga) sama teman-teman dari Lontrongxsampah, jadi kami nggak ngerjain sendirian. Apalagi proses mixing dan mastering-nya juga dikerjakan oleh teman kami, Hamzah Kusbiyanto. Buat kami ini menyenangkan dan memuaskan.”

Selain dalam format digital, perilisan album “Common Vision” juga disinergikan dengan beberapa produk merchandise dalam bentuk kaos serta CD hasil kolaborasi Samstrong Merch dengan Elbuba Store. Lewat “Common Vision”, GO ON ingin membuktikan bahwa bukan hanya joget koplo yang menggairahkan dari kawasan Pantura, Jawa Tengah. Masih banyak materi beringas nan menyenangkan lainnya untuk didengarkan. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.