Dengan Keliaran Punk, NOXL Lampiaskan Amarah di “Arus Opini”

Kuartet punk rock yang awalnya tak sengaja terbentuk di sebuah acara amal di Jimbaran Bali pada 30 Nov 2019 lalu ini kembali melampiaskan unek-uenk serta amarahnya. Kali ini lewat sebuah lagu dan video klip terbaru bertajuk “Arus Opini”. 

Karya rekaman tersebut mengumbar luapan amarah NOXL melihat situasi di negeri ini, dimana setiap ada berita penting yang sangat layak diketahui rakyat akan dengan cepatnya menghilang, diganti berita-berita receh tak penting. 

Bagi NOXL yang digulirkan formasi Jun Susanta a.k.a. el Hidalgo (vokal), I Made Jimmy Sudiarsa a.k.a. Jimbo (gitar), Vladimir Egoshin a.k.a. Vova Egoshin (bass) dan I Kadek Agus Adi Saputra a.k.a. Dek Brewox (dram) ini, mereka melampiaskan kobaran punk rock dengan konsep kejujuran bersuara mengenai kehidupan dan melawan yang sekiranya tak pantas menurut mereka, tentunya dengan tetap bertanggung jawab. 

“Bernafaskan semangat itu, dari awal kami bikin lagu ini, kami bikin tak terlalu panjang, singkat tapi langsung bersuara sedikit marah tentang keresahan kami tentang pemberitaan di negeri ini, terutama media arus besar, dimana jika ada berita penting buat rakyat yang berpotensi membuat gejolak di akar rumput, akan selalu ditutup oleh berita tak penting; aib seleb, sensasi tak faedah, dan lain-lain,” seru el Hidalgo kepada MUSIKERAS, mewakili rekan-rekannya di NOXL.

.

.

“Arus Opini” yang kental akan pengaruh musik dari band mancanegara seperti Bad Religion dan Pennywise direkam dan diselesaikan tuntas di Devan studio, Bali selama sekitar tiga jam. Sementara untuk video klip dikerjakan apik oleh QM Shutter Team. Di antara semua lagu yang kini mereka kantongi, “Arus Opini” ini yang berdurasi paling singkat. Begitu juga dengan penulisan liriknya yang tercipta hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. 

“Mungkin karena mood yang lagi menggebu saat itu, ditambah sedikit aroma alkohol sebagai bensin penyemangat,” ujar el Hidalgo lagi, sambil tertawa.

Sedikit menengok ke belakang, bisa dibilang NOXL lahir dari sebuah situasi yang ‘darurat’. Saat itu, mereka sedang menggelar sebuah acara charity di Jimbaran. Namun mendekati hari acara, ada satu band yang batal main, sehingga mereka pun berpikir cepat, berinisiatif membentuk band dadakan dimana mereka membawakan lagu-lagu cover dari para band idola mereka.

“Dan tercetuslah nama NOXL karena menyadari kami semua sudah tidak muat pakai kaos ukuran XL, semua sudah lebih tambun dari sebelumnya. Makin ke sini, walau kami sebelumnya sudah punya band juga, tetap serius membesarkan band ini. Sampai saat sesi tanya jawab ini, kami sudah rampungkan rekaman empat lagu, walau hanya dua lagu yang kami publish di media online.”

Kini, perilisan album mini (EP) sudah ada di deretan teratas dari daftar rencana masa depan NOXL. Target yang dikejar bisa terealisasi rilis tahun depan, atau paling lambat dalam dua tahun. “Tapi rencana terdekat kami adalah promo untuk single berikutnya yang berjudul ‘Memoar Cinta Anak Nakal’, dan jika memungkinkan akan kami bikinkan video klipnya juga, sambil kami melanjutkan rekaman lagu kelima. Ya, kalau tujuannya ke album, mungkin baru proses 40%.”

Tapi sebelum beralih ke single berikutnya, saksikan dulu video musik “Arus Opini” yang tersaji di artikel ini. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *