TENGKORAK Masih Vakum, Para Personelnya Bentuk NEOPTERYX

Berangkat dari semangat untuk berkumpul kembali dan berkarya melatari lahirnya band baru yang diperkuat nama-nama lama yang sudah tak asing di skena ‘bawah tanah’. Neopteryx yang disahkan kelahirannya pada 12 Oktober 2020 lalu tepatnya dihuni oleh para mantan serta personel yang masih resmi tergabung di Tengkorak, unit grindcore legendaris Jakarta.

Siapa saja mereka? 

Dua personel yang masih menyematkan label Tengkorak di belakang namanya adalah gitaris Haryo ‘Yoyok’ Radianto serta dramer/bassis Donni Rimata. Sementara tiga personel lainnya adalah vokalis Adam ‘Adonx’ Mustofa yang pernah menjadi gitaris di Tengkorak periode 1993-1996, lalu bassis Danang Budhiarto yang bernaung di Tengkorak pada periode 1993-2012. Terakhir adalah gitaris Sutan Heila Tanisan yang tercatat juga pernah memperkuat Tengkorak serta band Trauma.

Saat ini, Neopteryx tengah berancang-ancang merilis albumnya dalam waktu dekat via label Maxima Pro. Ada delapan lagu yang telah melalui proses mixing dan mastering, di antaranya bertajuk “Save Wildlife (when the buying stops the killing can too)”, “Panggung Virtual/Virtual Stage”, “Konco brutaL”, “Ambigu” dan “The Indonesian komodo dragon (Varanus Komodoensis)”.

Dengan mengandalkan kegesitan dan keagresifan musik grindcore, Neopteryx berkomitmen untuk memuntahkan karya-karya yang bermuatan pesan positif. Mereka mengampanyekan gerakan stop illegal trade wildlife, harmonisasi tatanan sosial dan perdamaian, edukasi masyarakat akan toleransi, serta potensi biodiversity dan Taman Nasional Indonesia sebagai tujuan wisata.

.

.

Selain itu, salah satu pesan yang juga mereka garis bawahi adalah pentingnya menerapkan prosedur kesehatan (prokes) yang tegas dalam masa pandemi sekarang ini. Khususnya dalam penyelenggaraan konser yang masih disarankan dilakukan secara virtual.

“Kami mengampanyekan ‘prokes virtual stage, growl and headbang from home’ dengan maksud mendukung upaya prokes, yang pastinya ampuh bagi masyarakat di tengah pandemi ini. Istilah headbang and growl from home hanya istilah saja dari kebiasaan di permetalan. Intinya kami mendukung prokes bagi masyarakat,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan misinya.

Untuk urusan musik, Neopteryx bisa dibilang menerapkan geberan death grind di albumnya nanti. Ada dua monster grindcore legendaris dunia yang menjadi kiblatnya, yakni Napalm Death dan Terrorizer.

Oh ya, ketika ditanya tentang kabar band Tengkorak saat ini, Donni dan Yoyok mengaku belum mendengar rencana apa-apa. “Tengkorak kabarnya masih aktif. Tapi tentang pembuatan album dan rekaman, itu masih menunggu komando dari vokalis Tengkorak, Ombat Nasution.” (mdy/MK01)

2 replies on “ TENGKORAK Masih Vakum, Para Personelnya Bentuk NEOPTERYX ”
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *