FELLBEAST Siapkan Karya Cadas Berkadar Thrash/Doom/Sludge/Nu Metal

Pandemi, di sisi lain, memang kerap menjadi momentum penyatu jalinan silaturahim. Seperti yang dialami oleh unit heavy metal asal kota Serang, Banten ini. Album debut mereka yang bertajuk “Break The Chain” akhirnya bisa diselesaikan setelah para personelnya mendapat kesempatan untuk berkumpul kembali dan rehat dari segala kesibukan.

“Ini adalah proses rekaman album perdana bagi semua personel, sehingga banyak sekali yang kami pelajari dari hal ini,” ujar pihak Fellbeast kepada MUSIKERAS, semangat.

Menurut band yang dihuni oleh Dzikri Fadhilah (gitar), Bima Anretama (gitar), Kevin Naufal (bass/vokal) dan Fajri (dram) ini, belum ada penanggalan rinci mengenai peluncuran resmi “Break the Chain”. Namun mereka menargetkan, paling tidak sekitar Januari 2022, album yang beramunisikan delapan lagu dengan durasi total selama 31.02 menit tersebut sudah bisa dirilis. Dan sebagai nomor ‘penggoda’, Fellbeast telah melepasliarkan single “Walking On Fire” sejak 14 November 2021 lalu. 

Proses pembuatan “Break the Chain” sendiri dimulai Fellbeast pada Juli 2020 lalu, dan berlangsung hingga Februari 2021. Diawali dengan membuat demo dan materi di rumah gitaris Dzikri, dimana mereka merekam dengan menggunakan soundcard dan alat seadanya. Setelah itu barulah memulai merekam untuk dram, vokal, gitar serta orkestra dan sampling di empat studio berbeda, yakni Goodluck Studio di Cilegon, Decade Studio dan 94 Studio di Serang serta Venom Studio di Jakarta, lantaran terhadang beberapa kendala teknis. 

.

.

Menurut Fellbeast, keseluruhan proses terbilang seru karena diwarnai banyak eksperimen, terutama di isian sampling dan orkestra, hingga ke penataan paduan suara atau choir pada “Walking On Fire” yang melibatkan delapan orang rekan mereka, yang terdiri atas lima wanita dan tiga pria.

“Setelah proses bolak-balik studio dan waktu yang cukup lama, akhirnya album kami rampung sepenuhnya. Kami cukup puas dengan hasilnya. Mungkin cerita proses ini lebih seru jika dijelaskan secara lisan,” ujar mereka lagi mencoba meyakinkan.

“Break the Chain” menghadirkan konsep musikal yang cukup dinamis. Fellbeast mencoba memadukan elemen nu metal, thrash metal hingga doom/sludge dengan semburan lirik yang gelap dan kritis. Band bentukan Juni 2020 ini mengambil referensi susunan lagu dari Slipknot, elemen thrash dari Slayer, serta dari pelopor British heavy metal, Judas Priest dan Black Sabbath. Khususnya pada pola permainan lead guitar di lagu berjudul “Delirium” saat segmen breakdown.

“(Kami) Cenderung mengambil referensi doom/sludge dari band seperti Eyehategod, sampling seperti Sunn O))) dan orkestra berkesan gothic pada bagian intro album. Beberapa (teknik) blastbeat pada dram juga terinspirasi kuat dari death metal. Kami menambahkan orkestra dan choir untuk menambah kesan mewah serta gelap, khususnya pada lagu ‘Walking On Fire’.”

Khusus “Walking On Fire” dipilih sebagai single pembuka karena mewakili semangat Fellbeast yang berapi api, berisi lirik yang menyiratkan pembalasan dan membungkam underestimate orang-orang yang meremehkan mereka. “Selain itu, kami memilih ‘Walking On Fire’ karena menurut kami lagu ini easy listening sehingga cocok untuk dijadikan single perdana kami.”

“Walking On Fire” sudah bisa digeber via berbagai platform streaming seperti Spotify, iTunes, Joox dan YouTube Music. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *