HIGH-X Sebarkan “Hoax” untuk Gairahkan Rock

Kerap kita dengar, orang-orang memekikkan ‘rock tak pernah mati’. Dan memang kenyataannya tak pernah mati. Di berbagai belahan dunia, rock tetap mengudara dan perkasa, dengan beragam karakter. Bersanding dengan ‘adiknya’, yakni metal. Tidak jauh beda di Indonesia. Bahkan sejak internet mulai menjadi kebutuhan primer di masyarakat, jumlah band yang menggemuruh di ranah rock pun ikut menjamur. 

High-X adalah salah satunya, yang datang dari kota Bandung, Jawa Barat. Kehadiran band yang diperkuat Fhai Liovin (vokal), William Agathan (gitar), Widi Permana (bass) dan Angga Kusmayana (dram) ini menjadi salah satu potret yang menunjukan bahwa semangat musik rock tidak pernah padam. Dan itu mereka buktikan dengan melepas karya rekaman perdana bertajuk “Hoax”. 

Bagi band yang baru terbentuk pada 2020 lalu ini, walau pun mereka lahir di era digital, namun itu justru membuka peluang mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kendati kini rilisan fisik seperti CD cenderung ditinggalkan, namun cukup banyak platform digital yang dapat mewadahi. 

Oh ya, tentang “Hoax” sendiri, rupanya lagu itu justru sudah tercipta saat High-X belum terbentuk. Ide awalnya datang dari Widi Permana, saat terjadi kehebohan kasus 212 di Tanah Air. Hanya, pada saat itu Widi belum berani merilis lagunya.

.

.

“Saat High-X sudah terbentuk, kami sepakat untuk menggarap lagu ‘Hoax’. Untuk proses rekaman kami lakukan hanya sehari, di RMZ Studio di Bandung. Hanya, proses penggarapan aransemennya yang agak lama, sekitar dua bulan karena harus menyatukan pendapat dari semua personel,” ujar pihak High-X kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Rock, tentu saja menjadi benang merah musik High-X di single “Hoax”. Namun jika harus dideskripsikan lebih rinci, High-X lebih senang menyebutnya berkonsep progressive hardrock. “Karena Angga Kusmayana memang berawal dari genre progressive rock/metal. Namun tetap lebih kental unsur hardrock-nya. Referensi kami untuk lagu ini mulai dari Mötley Crüe, Cinderella, Alice in Chains, Ozzy Osbourne hingga Rush.”

Setelah “Hoax”, High-X tidak memperlambat sepak terjangnya. Kini, mereka sudah memanaskan calon single kedua, yang memiliki keterkaitan tema dengan “Hoax”. “(Lagu) ‘Hoax’ menceritakan obyeknya dan single selanjutnya menceritakan subyeknya. Prosesnya sudah menuju tahap mastering,” seru High-X meyakinkan. 

Paralel dengan segala persiapan single kedua tersebut, High-X juga berusaha memaksimalkan promosi untuk menancapkan eksistensi mereka di ranah rock Tanah Air. Beberapa strategi mereka terapkan untuk mendapatkan perhatian luas. High-X memulainya dari kantong-kantong komunitas yang sama-sama berasal dari genre rock.

“Kami sebarkan link kami ke teman-teman dan relasi yang sama-sama pecinta musik rock. Namun kami sadar, musik kami harus juga didengar oleh masyarakat umum sehingga kami juga perlahan mulai menyebarkan link kami di YouTube hingga berbagai platform digital lainnya.”

“Hoax” saat ini sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital streaming seperti Spotify dan Apple Music. (aug/MK02)

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.