Tonton Keseruan Listening Party Album Terbaru DEADSQUAD

Sampai saat ini, belum ada penetapan tanggal resmi tentang jadwal perilisan album terbaru Deadsquad yang bakal diberi judul “Catharsis”. Tapi sejak single “Curse of the Black Plague” digelandang ke skena musik cadas Tanah Air pada akhir Oktober 2021 lalu, ekspektasi para metalhead pun terkerek. Single terbaru yang dieksekusi formasi terbaru Deadsquad tersebut ternyata mengejutkan, karena melampiaskan konsep musik terbaru mereka yang lebih ‘nonjok’, mengedepankan besutan instrumentasi yang lebih rapat, lebih agresif dan lebih modern. 

Dan puncaknya, ketika unit technical death metal asal Jakarta tersebut menggelar “Listening Party” tertutup di LemmonID, Jakarta pada 6 November 2021 lalu, para undangan terbatas dibuat terkesima akan materi lagu-lagu baru Deadsquad. Ditambah lagi, “Catharsis” digeber secara keseluruhan dengan paduan tata suara menggelegar plus pertunjukan lampu yang spektakular dan atraktif. Sebuah suguhan produksi yang tidak main-main, dirancang sangat detail.

“Konsep dasarnya sebenarnya dari Stevi (Item, gitaris Deadsquad), kami ambil kiblatnya dari Meshuggah,” seru Hermawan Erwan, yang bertanggung jawab pada penataan teknis tata cahaya. Untuk ukuran band, lanjut Erwan, produksinya di luar rata-rata. Benar-benar membutuhkan kesiapan equipment yang berkualitas dan mumpuni. “Karena musiknya kan kencang. Ini susah sekali, editing lampu harus benar-benar sesuai tempo (musiknya)!”

Stevi yang terlihat sangat puas menegaskan harapannya agar ke depannya ia bisa menerapkan konsep lighting seperti itu di setiap penampilan panggung Deadsquad. Sebuah konsep ideal yang sudah lama ia mimpikan, dimana suguhannya lengkap melibatkan sistem tata suara, tata cahaya dan multimedia yang lebih terkonsep.

“Baru bisa kejadian sekarang karena untuk menjalankannya nggak mudah. Dan kita sudah terbiasa dengan cara-cara yang lama. Gue pengen musik yang gue mainin ini, udah gue bikin capek-capek, dan udah gw perform semaksimal mungkin, gue make sure orang yang datang nonton get the full experiences yang seperti gue bayangin. Baik itu audionya, baik itu visualnya…,” serunya semangat.

Stevie Morley Item, Karisk (gitar), Shadu Rasjidi (bass), Roy Ibrahim (dram) dan Agustinus Widi (vokal) adalah formasi Deadsquad terkini, yang mengeksekusi sembilan lagu di album “Catharsis”. Di antaranya berjudul “Down with the Faceless”, “21 Vultures”, “Augmented Devastation”, “Slave to the God of Agony” dan “The Black Triangle”. Untuk produksi pemolesan tata suara (mixing dan mastering), Deadsquad mempercayakannya kepada Christian Donaldson, gitaris unit technical death metal asal Kanada, Cryptopsy yang membuat “Catharsis” terdengar semakin mengerikan.

Secara keseluruhan, “Catharsis” diraungkan dengan geberan vokal yang akrobatik, tidak sekadar mengonsumsi growl dan scream standar, namun didesak ke level yang lebih ekstrim dan brutal. Bahkan juga melibatkan kerumitan teknik pig-squeal yang lazim digeramkan di sub-genre grindcore, deathcore serta slamming death metal. Sementara di dram, kehadiran Roy Ibrahim dengan menuver luwes saat menggedor kuping lewat derapan blast-beat yang rapat, ‘memaksa’ personel Deadsquad lainnya untuk semakin disiplin menggasak tempo headbang. Deadsquad hari ini adalah racikan technical/slamming death metal dan deathcore yang diperlakukan lebih groovy serta ‘ramah’ ayunan headbang

Lebih jauh tentang keseruan “Catharsis” dan tetek bengek teknis di balik layar penggarapan “Listening Party”, silakan tonton video di bawah ini sampai habis. (*/MK03)

.

.

 Kredit foto: Adi Wirantoko/@warprocks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
romo
Read More

ROMO: Sosok Berblangkon dalam Ranah Metal

Lagu kedua dari solois metal berblangkon, ROMO telah diluncurkan ke berbagai gerai digital, dengan konsep musik yang lebih galak, jujur dan gelap.
heri batara
Read More

HERI BATARA: Dari Edane ke Architects?

Heri Batara turun gunung luncurkan lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “We Are Not Fall In” yang berkontur rock modern, sebagai pembuktian eksistensi.