Bagi unit metalcore asal Serang, Banten ini, memiliki pertumbuhan adalah suatu keharusan. Itulah sebabnya mereka merasa harus bereksplorasi dengan konsep musik yang mereka anut, yang bisa dibilang dimulai dari single terbarunya, yang bertajuk “Cause We Broken”.
“Kami merilis ‘Cause We Broken’ sebagai titik balik dalam karir kami, yang (sempat) menjauhi sound modern di rekaman kami sebelumnya. Kami telah menginkorporasi peleburan agresi metal ekstrim bersama dengan (terapan) ‘clean singing’ serta beberapa potongan breakdown yang atmosferik. Sebuah dualitas nada dan energi,” seru Pray For Last Night kepada MUSIKERAS, mengumbar konsep musiknya.
Bagi band yang dihuni formasi Parasamya Purna Karya Nugraha (vokal), Encep Firdaus Adnan Sofyan (gitar/clean vocal), Muhammad Ridho Asrof Junivar (gitar), Mochammad Aziz Maulana (bass) dan Kemal Fasya (dram) ini, mereka juga menyebut “Cause We Broken” sebagai trek pembuka yang solid, yang menyuguhkan perjalanan musikal menyenangkan dan cadas, khususnya bagi pendengar yang ingin hanyut bersama entakan breakdown yang memorable dari awal hingga akhir.
.
.
“Gubahan metalcore di lagu ‘Cause We Broken’ mempunyai lirik yang kuat dengan kualitas sound yang lebih agresif dan khas Pray For Last Night, kami pilih untuk dirilis pertama sebagai wajah terdepan dari album kami berikutnya. Lagu ini akan memperkenalkan warna baru yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Referensinya kami ambil dari berbagai part tertentu dari metalcore modern saat ini.”
Sejak awal 2000an, metalcore telah menjadi produk musik yang cukup komersil di skena metal, antara lain didorong oleh bermunculannya label-label rekaman independen sehingga membuat metalcore melesat dan menjadi salah satu sub-genre yang sangat digemari di skena underground modern. Dan para personel Pray For Last Night adalah sebagian kecil yang terdampak ‘wabah’ tersebut, yang membuat mereka meneguhkan hati untuk menganutnya.
“Dan pada 2021, para penikmat musik metalcore semakin banyak dan terbuka, yang bisa memberikan spirit kepada para pendengarnya, membuat kami semakin semangat untuk menghasilkan karya terbaru,” urai pihak band lagi menegaskan.
Selepas “Cause We Broken” yang telah dilepasliarkan sejak 18 November 2021 lalu, Pray For Last Night sudah memulai penggodokan materi album, yang saat ini sudah mencapai 45% dari keseluruhan produksi. Oh ya, sebelumya, band yang terbentuk pada 2017 ini sudah pernah merilis album mini (EP) berjudul “The Only Living Sahabi” pada 28 April 2019. (aug/MK02)
TERIMAKASIH UNTUK @musikeras.com Semoga sukses selalu dan sukses juga untuk PRAY FOR LAST NIGHT.