Puas Terlelap, Kini DREAMER Panaskan “Tahta Hitam” yang Eksploratif

Dreamer akhirnya terbangun dari mimpi panjangnya. Unit metal berhawa gothic ini telah melampiaskan karya rekaman terbaru, berupa lagu tunggal bertajuk “Panah Kematian” yang dilesatkan dua hari lalu sebagai nomor pemanasan menuju perilisan album penuh kedua mereka. Jika tak ada kendala, album yang diberi judul “Tahta Hitam” itu bakal diedarkan pada Februari 2022 via label Cerberus Productions.

“Kami mengerjakan album ini cukup memakan waktu lama karena kesibukan masing-masing personel, dan kibordis kami sekarang tinggal di Solo,” ujar gitaris Handayani ‘Yani’ Woke kepada MUSIKERAS, mengemukakan alasan.

Bahkan tadinya, sempat tak terpikirkan untuk mulai menggarap karya rekaman atau album lagi. Hingga suatu ketika, ada teman Yani yang menawarkan untuk menggarap video musik Dreamer. Namun saat itu tak ada materi lagu baru.

“Kata teman, kenapa nggak bikin lagu? Akhirnya saya kontak (dramer) Totok (Kusdaryanto). Dari situ kami mulai bikin lagu, yamg semula hanya membikin satu lagu buat video klip, akhirnya saya berpikir kenapa nggak rekaman satu album sekalian? Akhirnya terlahirlah album penuh dari Dreamer yang bertajuk ‘Tahta Hitam’.”

Penggarapan keseluruhan dimulai Yani dan Totok dengan mengumpulkan banyak riff gitar yang lantas dipilah beberapa di antaranya yang dianggap cocok untuk lagu-lagu di album “Tahta Hitam”. “Yang pertama kami tulis adalah chorus, karena bagian ini yang paling susah. Kami harus dapat (nada) yang paling enak agar gampang diingat dan dinyanyikan,” urai Yani merinci proses kreatifnya.

.

.

Hasilnya, 10 lagu baru berhasil dieksekusi penulisan hingga rekamannya, yang dimulai sejak Januari 2020 sampai November 2021 lalu. Dan kali ini, Dreamer didukung formasi terkuat sepanjang karir mereka, sejak mulai menggeliat pada 1998 silam. Di lini vokal, Windy Saraswati (Take Over) yang sebelumnya sempat memperkuat Dreamer pada 2013 silam kembali dilibatkan, berduet dengan Doni Herdaru Tona (Vox Mortis/Funeral Inception) serta bassis Budi Gede Arya (Panic Disorder/Delirium Tremens). Sementara di posisi kibord masih dijaga oleh Triwibowo.

Menurut Yani, Windy dan Doni dipasangkan untuk mendapatkan paduan kebeningan suara vokal wanita dengan geraman growl yang kelam. Khusus porsi growl dibuat lebih imbang, jadi bukan hanya sekadar sebagai vokal latar. “Karakter Windy yang mid-tone lebih cocok untuk album ini dan Doni kami ajak bergabung karena karakter vokalnya bisa menjangkau beberapa range untuk kebutuhan di album ini.”

Selain improvisasi di jajaran vokal, dari segi teknis, Dreamer juga menambahkan elemen string yang lebih variatif di “Tahta Hitam” untuk menonjolkan ambience yang dipadukan dengan metode tracking berlapis (multilayer) pada gitar agar menghasilkan sound yang lebar. Keseluruhan proses rekaman memaksimalkan beberapa studio. Khusus untuk isian gitar dilakukan di Tonebetter Studio, bass di Dua Jari Studio, dram dan kibord di Silent Studio serta vokal di Woodstock Studio. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Ridho di Tonebetter Studio, Bogor.

Tentang konsep liriknya sendiri, “Tahta Hitam” dirancang sebagai sebuah album konsep, dimana Dreamer meramunya berdasarkan kisah epik Mahabarata, dengan tuturan lirik yang keseluruhan saling berkaitan sepanjang album.

Khusus di single “Panah Kematian”, kata Yani, ia terinspirasi lagu “Whiskey in the Jar” milik band rock Irlandia era 70-an, Thin Lizzy dalam penggodokan musiknya. Sebuah lagu yang simpel dan energik, yang diramu dengan gaya khas Dreamer. Sementara untuk sekujur album, Yani mengaku kerap mendengarkan musik dari band-band metal asal Inggris dan Eropa seperti Iron Maiden, Therion, Mono Inc hingga Volbeat sebagai sumber inspirasi. 

“Kami mencoba eksplorasi beberapa sub-genre power metal, thrash metal dan death metal di album ini agar lebih segar dan catchy.” 

Kini “Panah Kematian” sudah bisa digeber melalui berbagai platform digital. Sejak terbentuk lebih dari dua dekade silam, Dreamer yang beberapa kali mengalami perubahan formasi tercatat baru merilis single “Karbala” yang termuat di album kompilasi underground “Metalik Klinik 6” rilisan Rotorcorp/Musica (2003) serta album debut “Bait Suci” (2008). (mdy/MK01)

Kredit foto: Muhammad Ilham Zahdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *