Usai Ganti Nama, NOXIOUS Geber Single Metalcore Bernuansa Hardcore

Dengan identitas baru, unit cadas asal Kalimantan Timur ini mencoba tampil dengan konsep musik yang lebih segar. Dan belum lama ini, Noxious pun melepas karya rekaman tunggal bertajuk “Tanpa Mereka di Sini” yang menjadi terapan pertama racikan baru tersebut.

Tadinya, band metalcore ini dikenal dengan nama Kresek Hitam yang terbentuk pada 11 Januari 2013 silam. Dengan nama lamanya itu, mereka telah merilis tiga single yang berjudul “Skenario Tuhan”, “Mati untuk Terdiam” dan “Symphony Derita”. Lagu yang terakhir disebut juga termuat di album “Kompilasi Global Arise” yang digagas oleh Kekraf Kutai Kartanegara, bersanding dengan lagu-lagu dari sembilan band lain dari berbagai macam genre.

Kini, dengan nama barunya yang ditetapkan sejak November 2021 lalu, formasi Aditya Prasetya Zapar (vokal), Wahyudi Irmawan (gitar), Fahrul Fauzi (gitar), Gusti Handika (bass) dan Apriandy (dram) bertekad terus menggulirkan karir band mereka dengan semangat baru. 

“Mengubah nama band juga berdasarkan perundingan dari semua personel, dan diputuskan menggunakan nama Noxious karena di single terbaru ini kami membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dari yang sebelumnya,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan alasannya.

Dari segi musikal, mereka mendeskripsikan konsep di lagu “Tanpa Mereka di Sini” sedikit menyuntikkan nuansa hardcore dan lebih menggunakan clean vocal agar terdengar sedikit lebih fresh.

.

.

Proses penggarapan “Tanpa Mereka di Sini” sendiri membutuhkan waktu yang dibilang cukup lama disebabkan seluruh personel ikut andil dalam pembuatannya. Mereka mengeksekusi rekamannya di Backstage Studio milik gitaris Kapital, salah satu unit cadas senior yang disegani dari Kutai Kartanegara. 

“Jadi sedikit banyak cukup membantu kami dalam setiap pengerjaan lagu-lagu kami, dimana studio tersebut juga selalu kami percaya untuk memproses lagu-lagu kami.”

Mengenai ungkapan di lirik “Tanpa Mereka di Sini”, Noxious menceritakan tentang sebuah insan yang sudah tak ingin dicengkram atau terbalut oleh masa kelamnya dan berupaya bangkit dengan segala cara agar dirinya lebih bermakna di dalam segala hal. Lirik tersebut rupanya berkaitan dengan single mereka sebelumnya di lagu “Symphony Derita”.

Langkah Noxious selanjutnya usai “Tanpa Mereka di Sini” adalah merampungkan album mini (EP) yang sejauh ini prosesnya sudah berjalan. Menurut mereka, kini hanya menyisakan pengoreksian beberapa bagian pada setiap isian instrumentasi agar lebih paten sebelum menuju tahap rekaman, agar nantinya tidak terlalu banyak perubahan. (aug/MK02)

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
moose
Read More

MOOSE: Black Metal Atmosferik dan Melankolis

Lewat lagu debut “Valley of Whispers”, Moose menangkap kondisi mental yang terjebak dalam spiral pesimisme, dalam balutan black metal yang gelap dan melankolis.
morgia
Read More

MORGIA: Formasi Bertiga, Makin Eksperimental

Usai melewati masa krisis formasi, kini Morgia kembali menggeliat dengan meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru, yang lebih gelap, mekanis dan imersif.