Hardcore punk bukan sebatas genre musik. Hardcore punk juga adalah sikap dan ekspresi. Seperti yang diterapkan band cadas jebolan UKM Musik Ikabama UMM asal Malang, Jawa Timur ini. Bagi mereka, selain musik, lampiasan lirik pun sangat merepresentasikan Dissmisive, dimana pendengar lagu mereka bisa menemukan sudut pandang yang meneriakkan pemberontakan. Keresahan-keresahan Dissmisive itulah yang dimuntahkan di “Indifferent”, sebuah lagu rilisan tunggal pertama mereka.
“Yang membedakan Dissmisive dengan band-band lain adalah dari segi lirik. Lirik kami adalah keresahan dari masing-masing personel, yang sering kali relate dengan kejadian-kejadian di sekitar kami. Kami masih sering menemukan ada sebagian orang yang (masih) memandang suatu golongan dengan sebelah mata,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, menjelaskan.
Contoh paling nyata, adalah pengalaman mereka sendiri, dimana mereka melihat orang-orang masih menilai alkohol sebagai hal negatif karena dikonsumsi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan mengklaim perbuatan buruknya terjadi karena terkontaminasi alkohol.
“Padahal hal busuk tersebut dilakukan atas dasar kemauan sendiri. Ubah sudut pandangmu tentang itu. Lihatlah, alkohol tersebut (justru) membuat kami melahirkan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh semua orang dan dapat menyalurkan ide-ide kreatif di kepala untuk melahirkan sebuah karya.”
Salah satu lirik yang terdapat di dalam lagu “Indifferent” mempertegas pernyataan sikap Dissmisive, yaitu, ‘because if you expect other people acceptance, you will die by the rejection’ yang dimaknai, ‘jika kamu hidup untuk penerimaan orang lain, maka kamu akan mati karena penolakan mereka’.
.
.
Penulisan lirik hingga penggodokan aransemen “Indifferent” sendiri hanya menghabiskan waktu sekitar tiga jam. Sementara untuk proses produksi berlangsung selama sebulan, terhitung sejak 26 Maret hingga 21 April 2022. Pasalnya, menurut band yang dihuni oleh Chafid Muhamad (vokal), Dicky Moft (bass), Danes Anggoro (gitar) dan Sunrise Ardi (dram) tersebut, sempat terjadi beberapa perombakan materi sehingga mengharuskan mereka melakukan beberapa rekaman ulang. Khususnya dalam pengisian instrumen gitar dan vokal.
Di lini musik, Dissmisive mengutamakan sentuhan emosi untuk memberi dorongan kekuatan di lirik. “Terdapat tempo cepat yang mencerminkan musik punk dan juga terdapat beatdown yang sangat menggambarkan ciri khas musik hardcore,” seru band yang mengaku banyak menyerap referensi dari band-band dunia macam Terror, Turnstile, Rotting Out, Truppet Under Ice, Dare, Violation of Trush dan Soaked in Torment ini.
Tujuanya, agar orang-orang yang mendengarkan karya Dissmisive juga dapat merasakan energi, emosi serta spirit yang mereka gedorkan. Selain itu, cara mereka mengekspresikan lagu itu di atas panggung adalah dengan tidak memberi ruang jarak antara band dengan penonton. “Jadi kami seperti keluarga saat perform,” cetusnya.
Selain “Indifferent”, band bentukan 27 Maret 2022 lalu ini sudah menancapkan komitmen untuk merilis album sebelum akhir 2022. Sejauh ini, mereka telah mengantongi dua karya lagu yang kerap mereka bawakan di panggung, dan sudah siap direkam. Dua lagu lagi lainnya sedang dalam tahap pengonsepan. (aug/MK02)
.