Menolak ‘Tunduk’ pada Pandemi, THIRTEEN Klarifikasi Eksistensi

Paham ‘whatevercore’ makin tegas dieksplorasi oleh kuartet keras asal Jakarta ini. Sekaligus untuk menampik anggapan mereka hiatus, Thirteen pun kembali menggebrak skena lewat lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Tunduk”. 

Apa itu ‘whatevercore’? Ya sesuai arti harafiahnya, ‘whatever’ bermakna ‘terserah’ atau ‘apa pun’. Sementara ‘core’ sendiri berarti ‘inti’. Dalam konteks musik Thirteen, mereka pun memadukan berbagai sub-genre musik. Ada elemen metal, post-hardcore, screamo, emo hingga unsur-unsur lain di luar ranah musik keras.

Di “Tunduk”, Thirteen yang diperkuat formasi Ibrahim Aziz (vokal), Bondry Haryo (gitar), Riko Wibowo (bass) dan Rizky ‘Eponk’ Zulfian (synth/kibord) masih menggeber konsep yang sesuai garis merah musiknya, yang sejauh ini sudah dikenal luas oleh para penggemarnya, sejak terbentuk pada 2006 silam. Namun kali ini, mereka menambahkan lagi dengan beberapa unsur musik, suara, program yang menurut mereka kemungkinan belum pernah diterapkan Thirteen sebelumnya.

“Karena proses pembuatan demo nggak ada deadline-nya, jadi gue dan Bondry pun mencoba berbagai macam sampling untuk dimasukkan ke materi baru Thirteen. Referensi musik yang kami terapkan juga lumayan bervariasi, terutama dari sisi vokal dan sampling. Banyak diambil dari genre lain, jadi nggak kepatok sama genre yang deket dengan Thirteen. Termasuk juga, kami dengerin banyak band luar dan band lokal yang lagi suka didengerin di pasar Indonesia,” tutur Riko kepada MUSIKERAS, memperjelas.

“Tunduk” dan beberapa lagu baru lainnya, sebenarnya mulai digodok Thirteen sejak dua tahun terakhir. Ya, digarap ketika pandemi mulai menghentikan sebagian besar aktivitas dunia. Diinisiasi oleh Riko dan Bondry yang membuat materi demo di tempat Riko lantaran seluruh personel masih sulit berkumpul akibat hadangan virus Covid-19. Lalu usai menggodok demo tersebut secara virtual, sambil menunggu keadaan makin membaik, Riko dan Bondry kemudian meneruskan proses penggarapan hingga 4-5 lagu.

.

.

“Setelah keadaan membaik, akhirnya kami memutuskan untuk merekam demo tersebut di tempat rekanan kami, (produser) Mas Romano. Awalnya, memang belum ada rencana akan dijadikan EP atau apa pun. Pikiran kami saat itu hanya ingin rilis lagu baru karena sudah terlalu lama tidak beredar di publik, baik dalam bentuk live maupun virtual. Setelah berunding beberapa kali, akhirnya kami memutuskan untuk mengangkat ‘Tunduk’ sebagai single pertama kami,” ucap Bondry mengungkapkan.

Eksplorasi lainnya, juga terjadi di lini vokal, dimana kini Aziz yang mengambil alih seluruh porsi. Tak hanya scream, namun juga di alinea yang bernyanyi. “Gue di sini lebih mengeksplor vokal dan nyanyi, selain bikin liriknya. Di lagu-lagu yang ada di album ‘Aksi’ juga kan gue ada beberapa kali nyanyi, jadi gue coba melanjutkan apa yang udah gue lakuin di album sebelumnya,” urai Aziz menegaskan.

“Karakternya tuh bisa jadi warna baru lagi buat Thirteen,” seru Bondry mengomentari kontribusi vokal Aziz.

Paralel dengan promo “Tunduk” – dimana isian dram dieksekusi oleh Bounty Ramdhan – Thirteen sendiri saat ini sedang menjalani proses penggarapan beberapa lagu baru. Rencananya mereka bakal merilisnya di 2022 ini, sebelum nantinya menutup tahun dengan meluncurkan album mini (EP) atau album penuh.

“Kami mau rilis lagu-lagu dulu aja,” ujar Eponk menegaskan. “Entah nanti jadinya EP atau langsung album belum tahu. Meskipun kami sebenarnya condong ke EP ya, tapi yang jelas dalam waktu dekat kami siapin satu lagu baru lagi. Karena udah banyak juga yang mention dan DM (direct message). Sejak terakhir kami manggung offline di Tangerang, banyak yang nanyain kapan lagu baru.”

Sebelum “Tunduk”, sejauh ini Thirteen telah merilis album debut bertitel “It’s All About Party, Music, and Friendship” (2008), lalu album kedua berjudul “Epidemic” (2011), sebuah EP berjudul “Undead” (2014) yang juga dirilis di Jepang via Garimpeiro Records serta album penuh “Aksi” (2018). (mdy/MK01)

.

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *