Libas Kejenuhan, DEVIANT ROGUE Terjun ke Ranah Hardcore

Kebosanan, di banyak kesempatan, justru bisa mengarahkan seseorang atau suatu kelompok untuk melakukan kegiatan positif untuk mengalihkan perhatian dan untuk membuat hidup menjadi lebih bergairah. Seperti yang dilakukan kuartet musisi asal Purworejo, Jawa Tengah ini. Hasil dari kejenuhan mereka akhirnya melahirkan sebuah band berpaham hardcore bernama Deviant Rogue.

Berawal saat memasuki 2021 lalu, untuk menutup kebosanan, Raihan Bayu Pratama (dram), Anang Fajar Hertanto (bass), Adhitya Priyadhani (gitar) dan Fajar Panjalu Ahmad (vokal) bertemu, melakukan obrolan iseng untuk mendirikan sebuah band. Saat tampil pertama kali dengan membawakan lagu-lagu hardcore band luar, ternyata responnya positif. Mereka pun bersemangat untuk meneruskan band tersebut.

Namun lagi-lagi dipicu kejenuhan, dimana setiap tampil mereka masih membawakan karya-karya orang lain, akhirnya menggerakkan band ini untuk mulai memikirkan karya sendiri. Hasil akhirnya, sebuah lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Plastic Era”, dimana mereka melebur konsep metalcore, hardcore punk dengan beatdown hardcore menjadi satu. 

“Kami berniat untuk menambahkan pelangi baru musik hardcore di kota kami, yang kami sebut modern hardcore versi Deviant Rogue,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

.

.

Bagi Deviant Rogue, hardcore sendiri merupakan genre dengan akar punk yang lahir berkat semangat ‘do it yourself’ yang identik dengan sikap dan prinsip menjadi diri sendiri, seperti yang mereka terapkan di lagu “Plastic Era”.

“Kami mempunyai sikap yang tegas bahwa penyampaian pesan terhadap teman-teman untuk mempedulikan lingkungan. Hardcore membawakan permainan gitar yang simpel namun menyolok. Dari segi referensi kami mengarah ke American hardorer seperti Knocked Loose dan Code Orange.”

Lirik “Plastic Era” yang ditulis oleh Panjul, menceritakan tentang keadaan bumi saat ini. Keresahan tentang kondisi umat manusia yang semakin hari tidak peduli dengan yang ada di sekitarnya. ‘Welcome to the plastic era’ merupakan julukan baru untuk era saat ini.

“Plastic Era” yang berdurasi 03.50 menit merupakan gerbang pembuka bagi Deviant Rogue untuk terus berkiprah di skena hardcore. Direkam di Watchtower.yk, dan mempercayakan pemolesan mixing dan mastering kepada Yuda Hasfari. Selanjutnya, Deviant Rogue sudah menyiapkan lagi satu lagu baru lagi, sebelum fokus menggarap album mini (EP). “Sejauh ini masih mengumpulkan beberapa materi yang kami dapat dan sudah memasuki tahap pembuatan lagu,” ujar mereka memberi bocoran.

Saat ini, “Plastic Era” sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Joox, Deezer, TikTok, YouTube Music, Shazam, Tidal, Resso dan iHeart Radio. (aug/MK02)

Kredit foto: Novis Kurniawan

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.