STATION BLOOD Makin Agresif, Namun Tetap Melodius

Melanjutkan cerita yang mereka rangkai di lagu rilisan tunggal debutnya, “Say It’s Done” yang diperdengarkan pada awal Juli 2022 lalu, kini unit post-hardcore beraroma emo asal Malang, Jawa Timur ini kembali meluncurkan karya rekaman baru, yang bertajuk “Trying To Escape”.

Lagu itu sendiri mengisahkan sebuah momen kebuntuan dalam hubungan dua manusia karena perbedaan pendapat dan kejenuhan. Juga cerita kelam di masa lalu salah satu dari mereka, turut mempengaruhi mental dan hati. Sementara lainnya berusaha bertahan walau tak ada kepastian dalam genggamannya. Sementara di “Say It’s Done”, menceritakan sebuah hubungan pasangan yang salah satunya pergi tanpa kabar.

Kendati ada kaitan cerita di lirik, namun dalam peracikan musiknya menawarkan sedikit perbedaan. Selain “Trying To Escape” mengandung lirik yang cenderung melankolis, Station Blood yang dihuni oleh Nicolas Patrick Yoga Pramarta (bass), Octavianus ‘Surya’ Gumilang (vokal), Vinsensius ‘Christo’ Pria Busa Wedhu (gitar), Otniel Cahya Pramana (gitar) dan Muhammad Zaki Al-Maki (dram) juga cenderung menonjolkan melodi gitar di komposisinya.

.

.

“Single kedua ini tensinya lebih keras, beat-nya lebih cepat, entakan dram lebih tegas dan agresif, tapi tetap memiliki warna melodik dan emo. Agresif namun tetap melodius. Referensi musik kami saat ini yaitu More Than Life, Landscape, Being As An Ocean dan Vacant Home,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS, menerangkan konsepnya.

“Trying To Escape” sendiri ditulis dan diaransemen oleh Christo, lalu disempurnakan bersama personel lainnya di studio latihan. Saat rekaman, sepenuhnya dieksekusi di Haum Studio Malang, dan langsung tuntas dalam waktu seminggu.

“Say It’s Done” dan “Trying To Escape” merupakan bagian dari perjalanan Station Blood menuju perilisan album mini (EP). Tapi sejauh ini, belum ada target jadwal perilisan karena mereka masih menyiapkan tiga lagu lagi untuk memenuhi amunisi EP tersebut. “Target perilisan akan ditentukan setelah proses rekaman semua lagu telah tuntas,” seru Station Blood menandaskan.

Dengarkan “Trying To Escape” di berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Joox, Deezer, Bandcamp, Amazon Music dan YouTube. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.