Ya, band metal asal kota Malang, Jawa Timur yang telah menggeliat sejak Mei 2011 silam ini melanjutkan kisah abstraknya. Sebuah paparan lanjutan dari “Entity I : A Living Unseen”, karya rilisan tunggal yang telah diperdengarkan pada Januari 2022 lalu, dihembuskan. Kali ini berjudul “Entity II : Unreal Deceiver”.
Fasik memang sengaja mengaitkan kedua komposisi itu. Khususnya dalam ungkapan liriknya. Ibarat cerita bersambung, urai pihak band kepada MUSIKERAS, agar pesan dari vokalis Yahan Janandaka sang penulis lirik tersampaikan dengan jelas di telinga para audiens mereka. Terutama para metalhead di Tanah Air.
“Secara garis besar, ‘Entity I’ dan ‘II’ menceritakan makhluk yang sama. Singkatnya biasa kami sebut, ‘makhluk tak kasat mata’. Yang membedakan, ‘Entity I’ mendeskripsikan makhluk tersebut, bahkan sampai bisa merasuki tiap-tiap manusia. Di ‘Entity II’, lebih menceritakan pengalaman pribadi seseorang yang saya kenal, namun orang di sekitarnya menganggap hal tersebut tahayul,” ujar Yahan, merinci maksud liriknya.
Selaras di departemen lirik, Fasik juga mengembangkan konsep musik yang sebelumnya telah digelorakan di “Entity I : A Living Unseen” serta rilisan tunggal lainnya, “The Return” yang dilepas pada Mei 2022 lalu. Kali ini Fasik kembali menyuguhkan aroma metal hardcore dan sedikit berbau neo-classical. Sedikit menengok ke belakang, materi “Entity II : Unreal Deceiver” hampir mirip dengan lagu “Arise” (2020) yang bernuansa skala nada phyrgian.
.
.
“Dari segi materi, kami lebih menonjolkan riff yang tegas, breakdown yang berat dibumbui dengan lick gitar khas Timur Tengah. Memainkan riff metal hardcore yang berat, dipermanis dengan isian neo-classical death metal (orchestra) sangat membantu kami menunjang penampilan saat live. Bagi kami menjadi sebuah tantangan, karena jarang juga ada band metal hardcore yang berani memadukan dua unsur genre yang berbeda. Kami sangat enjoy memainkan musik jenis ini dan terus mengeskplorasi kemampuan bermusik tiap personel. Bagi kami, dengan adanya sub-genre di single ‘Entity II’ merupakan tantangan tersendiri untuk lebih bereksperimen,” papar Fasik meyakinkan.
Formasi Yahan, Dimas ‘Zamid’ Tegar (gitar), Tonny ‘Innot’ Adi (gitar), Arifin ‘Plong’ (dram) dan Ardian Bagus Budi Prasetyo (bass) menggarap “Entity II : Unreal Deceiver” di studio rekaman milik mereka sendiri, yakni di Deep Solitude Records. Butuh waktu sekitar dua bulan, termasuk rekaman isian instrumen dua hari, vokal selama dua hari, serta pemolesan mixing dan mastering selama dua minggu. Keseluruhan teknis rekaman ditangani oleh Dimas dan Ardian.
Sepanjang karirnya, Fasik yang beberapa kali mengalami perubahan formasi telah melahirkan karya rilisan tunggal bertajuk “Patricide”, “Chance To Change” (2013), “Blame Your Self” (2014), “Wrath Of The Gods” (2019), “Arise” (2020), “Suar di Ujung Lembah” (Oktober 2021) dan “The Return” (Mei 2022). Garapan musiknya terus berevolusi, yang diawali progressive death metal/metalcore a la band-band Amerika seperti Unearth, August Burns Red hingga The Black Dahlia Murder serta beberapa dari Inggris macam Anterior, Bleed from Within dan Lost Society.
Saat ini, Fasik tengah menyiapkan materi album yang sempat tertunda akibat pandemi. Penggarapannya sudah berada di tahap akhir. Namun untuk jadwal pasti perilisan belum ditentukan. Tapi Fasik membidik, selambat-lambatnya awal tahun depan sudah dirilis. (mdy/MK01)
Kredit foto: Rafi Arya Atmaja
.
.