Gebrakan Awal, UNDERBLIND Lebur Nu Metal dengan Metalcore

Ide mencetuskan Underblind berawal dari kumpul-kumpul di warung kopi, sambil berselancar di kanal YouTube. Lalu tanpa sengaja, mereka tergiring menyaksikan beberapa video dari lagu-lagu era band nu metal dan hip metal seperti Limp Bizkit, Korn, Linkin Park hingga Slipknot awal. Dari situ, para calon personel Underblind yang tadinya sudah jenuh dan malas dengan skena metal di Indonesia terlecut semangatnya untuk membentuk band lagi, dan membuat sesuatu yang lebih segar.

Konsepnya, mereka memperbaharui musik era akhir ’90-an tadi dengan memodifikasi riff-riff serta pola vokalnya dengan pendekatan yang lebih moderen. Mereka memodifikasinya dengan riff-riff kekinian ala band metalcore asal Inggris seperti Bring Me the Horizon dan While She Sleeps serta Of Mice & Men yang berasal dari AS. Konsep nu-metalcore itu sendiri dipilih lantaran sejak awal para personel Underblind memang sudah menyukai metalcore.

Hasilnya adalah sebuah lagu rilisan tunggal perdana bertajuk “DYSTOPIA_ exploit_”, dimana band asal Bekasi yang dihuni Dwy Purnama Putra aka Maxi (vokal), Fariz Aji Pratama (bass), Isan Kamil (gitar), Apri Briandika (dram) dan Ilham ‘Killos’ Ramdoni (DJ) ini menerapkan konsep yang dijabarkan tadi.

Tapi tidak seperti band-band metal pada umumnya, pada vokal akan ditemukan lebih banyak vokal clean ala Linkin Park pada bagian reffrain serta oldschool rap pada bagian verse, sehingga pesan-pesan yang tersampaikan di liriknya mudah ditangkap oleh pendengar, tapi tetap dikawal dengan vokal scream dan growl yang cadas. Khususnya pada bagian yang butuh penekanan di lirik-liriknya.

.

.

“Lagu ini tersusun dengan struktur lagu yang easy listening, dimana ada riff moderen metalcore yang catchy, dilengkapi juga dengan komponen sound vinyl scratching dan elektronik yang terinspirasi dari musik drum n’bass, dubstep dan underground rave. Di musik ini kami juga meminimalisir scream dan lebih banyak menggunakan rap dan clean vocal. Jadi selain musik instrumennya yang catchy, vokalnya juga lebih easy listening dan tidak monoton jika didengarkan oleh orang yang cukup awam dengan musik metal,” urai pihak band kepada MUSIKERAS panjang-lebar.

“DYSTOPIA_ exploit_” sendiri direkam Underblind secara mandiri, dieksekusi di Reckless Studio, Bekasi dengan mengandalkan perangkat rekaman hasil swadaya para personelnya. Penggarapan lagu itu berlangsung cukup lama, sekitar dua tahun lantaran dikerjakan di sela kesibukan para personelnya. Khusus untuk mixing dan mastering, Underblind mengolahnya dibawah arahan dari rekan mereka, Ricky Aprianto, seorang audio engineer dari Rostels Records, Bogor yang jauh lebih berpengalaman dalam menangani karakter metal.

Untuk mempromosikan “DYSTOPIA_ exploit_”, Underblind bakal melepas dua video musik serta dua lagu cover yang menghadirkan beberapa rapper dan vokalis tamu untuk menambah traffic di media sosial. Setelah semuanya rampung, barulah mereka mengalihkan fokus ke penggarapan album mini (EP) debut. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.