Kegundahan Cinta UNBREAKER dalam Kobaran Punk Rock

Bermodalkan dua lagu rilisan tunggal bertajuk “Tak Tersampaikan” dan “Belenggu Waktu” yang masing-masing telah disebarliarkan sejak 6 dan 15 Juli 2022 lalu, membuat kuartet rock dari kota Surabaya, Jawa Timur ini semakin bersemangat untuk terus mengasah kreativitasnya untuk gebrakan selanjutnya. 

Menjelang akhir 2022 ini, Unbreaker yang diperkuat formasi Harlan Tri Novanto (vokal/gitar), Adi Kristanto (bass) dan Yehezkiel Alfrando Yuliu (dram) ini kembali melampiaskan karya lagu, kali ini berjudul “Masihkah Mungkin?”. 

Lirik lagu tersebut bercerita tentang isi hati seseorang, yang bertanya-tanya apakah orang spesial di masa lalu akan kembali dalam dekapan atau justru kembali untuk memperdalam luka yang belum seutuhnya hilang. Menurut tuturan pihak Unbreaker kepada MUSIKERAS, “Masihkah Mungkin?” lahir dari kisah nyata yang dialami sang vokalis.

Dalam menjalani proses kreatifnya, “Masihkah Mungkin?” ditulis dan diciptakan dalam waktu yang sangat singkat. Hanya berkisar satu minggu. Dan ketika dibawa ke studio, hanya butuh waktu sekali latihan untuk mematangkan aransemennya. Lalu selang beberapa bulan, Unbreaker pun memutuskan untuk merekamnya di Rambpage Studio Recording, Surabaya.

.

.

Agar pendengarnya bisa menyerap pesan yang ingin ditumpahkan di “Masihkah Mungkin?”, Unbreaker pun menggasaknya lewat komposisi rock yang menggebu-gebu dan emosional. “Secara aransemen kami terinspirasi dari lagu-lagu Green Day, dimana secara progesi kord sangat simpel dan mudah dimainkan,” seru Unbreaker menegaskan.

Jika dibandingkan dengan dua lagu sebelumnya, dari sisi terapan konsep musik tidak jauh berbeda. “Hanya di single ketiga ini kami berusaha untuk menyuguhkan lagu secara lebih simpel.” 

Usai perilisan “Masihkah Mungkin?”, Unbreaker berencana untuk mengeluarkan album mereka tahun depan. Sejauh ini tahapan penggodokannya sudah mencapai 50% dari keseluruhan produksi. Jika berjalan sesuai rencana, album mereka itu bakal memuat kurang lebih 10 lagu.

Sedikit menengok ke belakang, Unbreaker mulai menapaki pentas musik dengan mengibarkan Eternal Life sebagai nama awalnya, pada Oktober 2020. Mereka mengasah kemampuannya sebagai band reguler yang manggung dari cafe ke cafe di Surabaya. Namun seiring berjalannya waktu, para personel Eternal Life mulai merasa bosan membawakan lagu-lagu cover. Akhirnya setelah kurang lebih setahun menjalani profesi tersebut, mereka pun memutuskan berhenti dan banting stir menjadi band yang bertarung di kancah independen dengan mengandalkan lagu ciptaan sendiri, dan mengubah nama menjadi Unbreaker.

Kini, ketiga lagu rilisan tunggal Unbreaker bisa ditemukan di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Youtube Music, iHeartRadio, Deezer, TikTok, Resso, Tidal, Shazam dan masih banyak lagi. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.