VACANT/PLACE. Bahas ‘Kekosongan’ dalam Bahasa Melodic Hardcore

Berawal dari pertemanan satu area perumahan, trio melodic hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini terbentuk tahun ini. Walau sebenarnya mulanya tidak ada niatan ke arah sana. Waktu itu, ketiga personel VACANT/PLACE., yakni Chandra Gunawan (vokal), Handhika Ekap (gitar) dan Diky Julyansyah (dram) hanya ingin mencoba memainkan musik melodic hardcore yang mereka sukai. Sejak pertama memang hanya bertiga, dengan komposisi musik yang dipadatkan bantuan perangkat sequencer. Rupanya, pada akhirnya mereka tertarik untuk meneruskannya dan lahirlah band tersebut.

Di luar dugaan, tahun ini juga kolaborasi itu rupanya berujung pada pembuatan lagu bertajuk “Empty” yang lantas dilepas ke publik sejak sebulan lalu sebagai rilisan tunggal debut VACANT/PLACE..

Pihak band menuturkan kepada MUSIKERAS, bahwa proses penggarapan lagu yang liriknya melampiaskan rasa kesepian, kekosongan, kecemasan dan harapan tersebut berlangsung sangat sederhana. Bahkan bisa bilang, menjadi semacam ‘kelinci percobaan’ bagi mereka dalam berkarya.

“Karena kami baru pertama kali coba bermain di genre ini dan untuk proses pembuatan lagu memakan waktu kurang lebih satu bulan. Untuk rekaman kami (lakukan) di DWS Entertaiment, Bekasi,” seru mereka.

.

.

Melodic hardcore sendiri dianggap sesuai dengan pesan yang ingin mereka sampaikan di lagu, dimana keinginan untuk lebih memainkan sisi emosional tersalurkan di lagu tersebut. “Karena melodic hardcore lebih cenderung bercerita dan menunjukkan emosional yang berbentuk lagu.”

Saat mengeksekusi proses kreatif “Empty”, VACANT/PLACE. mengaku tidak banyak menyerap referensi musikal. Tapi beberapa nama yang bisa mereka sebut adalah band-band luar seperti Counterparts (Kanada), Climates (Inggris), More Than Life (Inggris) dan Exhibitors (Singapura).

Tanpa membuang-buang waktu, VACANT/PLACE. juga telah berancang-ancang menumpahkan ide-ide kreatifnya ke jenjang yang lebih komplit, yaitu perilisan album mini (EP). Dan saat ini, proses itu sudah berjalan. “Untuk progres-nya kurang lebih sekitar 60%,” cetus mereka meyakinkan. 

Saat ini, “Empty” sudah bisa dilantangkan via berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Youtube Music, Tidal dan Deezer. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.