“Phantom Pain” adalah sebuah istilah medis, yaitu rasa sakit yang berasal dari bagian tubuh yang sudah tidak ada lagi atau pasca amputasi. “Sama seperti merasakan kembali kehadiran sosok yang kita sayangi yang telah pergi meninggalkan kita,” ujar Dejected, band melodic hardcore asal Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkap pesan dari lagu rilisan tunggal pertamanya yang berjudul “Phantom Pain”.
Dejected adalah sebuah band bentukan 2022 lalu, yang digerakkan oleh formasi Andi Irwan (vokal), Ragil Hariadi Rahman (gitar), Muhammad Shiddiq Nur Fattah (gitar), Aldy Dwi Surya (bass) dan Alif Asyraf Ryandiputra (dram). Mereka mencoba meluapkan perasaan patah hati dan kekecewaan terhadap hidup, yang mereka kemas dalam luapan amarah berbalut distorsi dan berkarakter melodius.
Seluruh proses pengerjaan “Phantom Pain” dilakukan Dejected di studio Remains Records. Menurut cerita pihak band kepada MUSIKERAS, awalnya lagu tersebut hanya berupa riff gitar yang dibuat oleh Ragil. Modal ide itu lantas dikembangkan oleh Alif yang menyusun ritme dramnya serta Irwan yang membubuhi bagian lirik.
.
.
“Dalam proses pengerjaan lagunya dibutuhkan waktu sekitar seminggu lebih, dan proses rekamannya selama dua hari. Tantangannya mungkin di penyusunan bagian-bagian melodic dalam lagunya,” seru Dejected.
Konsep melodic hardcore sendiri, menurut mereka, bisa jadi berbeda-beda cara setiap orang memandangnya. Namun kaitannya dengan lagu “Phantom Pain”, Dejected ingin menyuguhkannya lewat racikan musik yang kental akan tebasan riff yang tegas. “Tapi juga diisi dengan harmoni melodic yang membuat pendengarnya bisa merasakan kesedihan lagu ini.”
Untuk referensi secara musikal, Dejected menyebut lagu “Wings of Nightmare” (dari album “Nothing Left to Love”) serta album “A Eulogy for Those Still Here” milik band melodic hardcore asal Kanada, Counterparts cukup banyak mempengaruhi proses penggodokan “Phantom Pain”. Juga album “We Are Strangers After All” milik unit melodic hardcore asal Depok, Modern Guns.
“Phantom Pain” sendiri menjadi benang merah musik Dejected, menuju penggarapan album mini (EP) debut mereka yang kini sedang dikerjakan. “Dalam waktu dengan ini kami sedang menyusun rencana pembuatan video klip, dan juga persiapan untuk EP perdana kami yang dijadwalkan rilis bulan Februari tahun depan.”
Dengarkan “Phantom Pain” di platform digital seperti Spotify dan Youtube. (mdy/MK01)
.
.