Lengkingan COFFEE STRIKES yang Lebur Classic Rock/Japanese Rock

Bayangkan jika pengaruh dari band-band dunia seperti One Ok Rock dan Siam Shade (Jepang) serta Bon Jovi (AS) disatukan formula musiknya dalam satu atap. Bisa jadi hasilnya seperti yang diakumulasikan oleh Coffee Strikes, unit alternative rock asal Medan, Sumatera Utara ini.

Paling tidak, teori di atas sedikit banyak bisa didengarkan di karya album mini (EP) pertama mereka, “Self Titled” yang telah dilepas ke area publik pada September tahun lalu. Ketiga personelnya, yakni Ronny Immanuel Hutauruk aka Nunu (vokal), Samuel Mario Arnoldi Napitupulu aka Mario (gitar) dan Azhar Isharry aka Aca (bass) mengumbar gaya bermusik yang dipengaruhi elemen classic rock, Japanese rock serta sedikit sentuhan kontemporer.

“Adopsi classic rock dengan melodi vokal yang cukup tinggi namun cenderung sedikit bermain aman dengan mengadopsi J-Rock style. Pada dasarnya musik kami menjadi dewasa dengan rasa Western yang didukung oleh (penggunaan) lirik berbahasa Inggris. Uniknya, tema-tema lagu yang diajukan adalah beberapa perasaan yang terwakilkan di kala member menghadapi fase quarter life crisis semasa kuliah,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, memberi detail konsepnya.

Ada lima komposisi lagu yang menyesaki EP debut Coffee Strikes tersebut, yaitu “Good Old Days”, “Alright Tonight”, “Again and Again”, “Let Me” dan “I Don’t Belong Here”. Dan jika harus memilih, para personel Coffee Strikes sepakat memilih “Let Me” sebagai lagu yang paling memuaskan hasil produksinya. 

.

.

“Perasaan campur aduk ada di dalam lagu tersebut, mood dibawa dengan entakan jantung perlahan dan semakin memuncak kala memasuki reffrain untuk mengungkapkan isi perasaan seseorang, yang bukan lagi secret admirer dan mencoba untuk berani mengungkapkan isi hati terhadap pujaan hatinya.”

Proses kreatif penggarapan “Self Titled” sendiri dimulai dari ide-ide para personel. Baik Nunu, Mario maupun Aca membuat musik, melodi serta lirik versi masing-masing sebelum diajukan ke satu sama lain. Kemudian materi tersebut dipilih untuk dimasukkan ke EP berdasarkan kesepakatan terbanyak. Keseluruhan tahapan berlangsung selama setahun sejak 2015, lalu direkam secara mandiri di studio rumahan milik vokalis. Namun untuk perilisannya, mereka menyicilnya satu per satu, sambil menanti berlalunya pandemi sebagai momentum perilisan EP.

Coffee Strikes terbentuk pada 22 November 2014 silam, dan telah mengenyam pengalaman manggung yang mengesankan di beberapa festival. Mereka, antara lain menjadi finalis di Uzone Digital Icon (2014) dan Levi’s Band Hunt (2017) serta meraih peringkat kedua terbaik di Road to Medan Northblast (2016).

EP “Self Titled” sudah bisa dilantangkan dengan mengaksesnya di berbagai platfom digital seperti Spotify, iTunes dan Youtube. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *