VERTICAL ABUSE Merekam Perlawanan di “Jurnal Apokalips”

Dengan tujuan untuk menyuguhkan musik yang lebih agresif dan heavy dari komponen musikalitas esensi hardcore itu sendiri, unit berbahaya asal Bandung, Jawa Barat ini pun melampiaskannya dalam bentuk karya rekaman. Sebuah album debut bertajuk “Jurnal Apokalips”, yang diracik dari hasil leburan referensi musik para personel Vertical Abuse yang berbeda-beda. 

“Kami ingin menyajikan suatu referensi baru musik hardcore yang lebih versatile dan heavy. Kami memberi sudut pandang baru terhadap hardcore, warna baru dari segi referensi,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menggaris-bawahi konsep musiknya.

Ada sembilan komposisi liar yang menyesaki kemasan “Jurnal Apokalips”, di antaranya berjudul “Suar Bala” “Garda Domestik Subversif”, “Mengalir Menjadi Martir”, “Mantra Murka” serta unggulan pertama, “Senja Berkala”. Lalu ada pula tambahan satu lagu cover di trek terakhir, berjudul “Heaven’s Final War”, yang didaur ulang dari karya asli milik Integrity, band hardcore punk asal AS/Belgia. 

Formasi Andy La Jhon (vokal), Reza Septian (gitar), Anggara Pandu (bass), Reza Pratama (gitar) dan Oktav Mutter (dram) sendiri menggarap lagu-lagu tersebut berdasarkan beberapa referensi luar, di antaranya dari band-band seperti Converge, Slayer, Bolt Thrower, Harm’s Way, Entombed, Gojira, Machine Head, Obituary serta tentunya, Integrity. 

.

.

Proses penggarapan album “Jurnal Apokalips” sendiri menghabiskan waktu yang terbilang cukup lama. Juga melibatkan beberapa tahap seperti pembuatan pola riffing, fill serta picking gitar, mapping bagan lagu, pengaturan tempo, pembuatan lirik, guiding, tracking, editing, re-amping hingga mixing dan mastering. Mereka juga bekerja sama dengan Luke Heartwork dalam beberapa urusan teknis produksinya. Keseluruhan eksekusi rekaman berlangsung selama dua minggu, dilakukan di Rebuilt 40124 Bandung dan SS62 untuk re-amping

“Di aransemen lagu, kami mencoba untuk dinamis dengan menghindari pengulangan bagan lagu dan pola komposisi yang berlebih. Lagu yang cukup cukup menantang secara teknis (saat rekaman) adalah ‘Senja Berkala’, (karena) dari segi materi yang kompleks dan vokal yang padat. Akan tetapi masih sesuai dengan esensi hardcore yang Vertical Abuse suguhkan.”

Vertical Abuse yang disahkan kelahirannya pada 2020 lalu, mengartikan namanya sebagai penyalahgunaan yang didasarkan pada kekuasaan yang menyudutkan atau tidak bijaksana. Para personelnya menganggap bahwa band ini merupakan sebuah perlawanan terhadap segala bentuk kekuasaan yang tidak adil. 

Album “Jurnal Apokalips” yang berdurasi lebih dari 30 menit telah diedarkan oleh label Disaster Records dalam format fisik (CD) sejak 29 Januari 2023 lalu. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.