Di Lagu Barunya, INFUSION Mengutuk “Pesta Duka”

“Pesta Duka” adalah judul lagu yang unik. Disuarakan oleh Infusion, unit metalcore asal Kota Bengawan, Solo, yang menceritakan tentang hukum yang masih saja sering kepada yang berkuasa, berbanding terbalik atas hak-hak rakyat kecil yang cenderung tumpul, sangat lamban dalam prosesnya dan kerap dibarengi dengan intervensi oleh oknum-oknum.

Lagu tersebut baru saja dirilis ke skena musik keras independen oleh band bentukan 2017 lalu tersebut. Sebelumnya, Infusion sudah mulai menancapkan eksistensinya lewat lagu rilisan tunggal berjudul “Bungkam”, “Tirani Fantasi”, “Diskriminasi”, “Elegi Ideologi” serta “Menolak Lupa”.

Formasi Infusion saat ini – setelah beberapa kali terjadi bongkar-pasang personel – kini diperkuat Fuad Adib (vokal), Nabil Multazim dan Fatur Kurnia (gitar), Budi Prayoga (bass) dan Hafidz Nur (dram). Mereka menggodok “Pesta Duka” selama lebih dari dua bulan, sejak proses awal rekaman yang dilakukan di Auris Studio hingga tahapan pemolesan mixing dan mastering

“Pengalaman menarik dan proses kreatif tentunya banyak,” ujar Infusion kepada MUSIKERAS mengungkap proses kreatifnya saat menyiapkan “Pesta Duka”.

Mereka memulainya lewat tahapan berdiskusi yang membahas arah musik serta tema lagunya. Juga seputar pencarian karakter suara gitar dan bass, hingga ke pencarian juru rekam untuk menggantikan teknisi sebelumnya yang sempat hilang respon saat sudah mendekati jadwal rilis yang telah direncanakan.

.

.

Sementara di lini lirik, mereka mengarahkan ke satu tema yang cukup sensitif, yakni mengangkat sepak terjang perjuangan salah satu tokoh aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), yaitu Munir. “Mungkin ini juga menjadi salah satu tantangan buat kami untuk berani mengangkat tema ini. Dalam proses penulisan lirik, kami mencoba untuk menulis dengan makna secara umum yang tidak hanya terikat dalam satu kasus atau sejarah, dan masih dalam konteks yang sama dengan tujuan kritik sosial terhadap penguasa-penguasa nakal yang ada di negeri ini.” 

Dalam “Pesta Duka”, Infusion sedikit mencoba warna baru dalam terapan konsep musik, jika dibandingkan dengan rilisan mereka sebelumnya. Ada sedikit sentuhan unsur sub-genre metal lainnya seperti djent dan sejumput elemen deathcore.

“Dari komposisi lagu memang ide awal kami membuat ‘Pesta Duka’ lebih ke arah metal yang modern dan soundnya agar terdengar lebih djent. (Tapi) Untuk unsur deathcore sendiri sebenarnya tidak terlalu menonjol pada lagu ini,” cetus mereka menegaskan.

Saat peracikan komposisi serta aransemennya, Infusion banyak mendengarkan atau terinspirasi dari beberapa band metalcore modern dunia seperti Polaris, Alpha Wolf, Wage War, Invent Animate dan masih banyak lagi.

Sejauh ini, Infusion tengah menjalani proses pencarian materi-materi baru, sambil mengarahkan konsentrasi mempromosikan “Pesta Duka” ke publik metal, yang kini sudah dapat dilantangkan via berbagai portal musik digital, antara lain seperti Spotify, iTunes, Apple Music, YouTube Music dan lainnya. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
moose
Read More

MOOSE: Black Metal Atmosferik dan Melankolis

Lewat lagu debut “Valley of Whispers”, Moose menangkap kondisi mental yang terjebak dalam spiral pesimisme, dalam balutan black metal yang gelap dan melankolis.
morgia
Read More

MORGIA: Formasi Bertiga, Makin Eksperimental

Usai melewati masa krisis formasi, kini Morgia kembali menggeliat dengan meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru, yang lebih gelap, mekanis dan imersif.