Walau baru terbentuk pada 20 Maret 2023 lalu, unit hardcore punk asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini langsung tancap gas. Tidak menyia-nyiakan waktu. Sebagai bukti keseriusannya, Hardik telah meletupkan karya rekaman pembuka agresinya, sebuah lagu rilisan tunggal berjudul “Ritus Petaka”.
Sinopsis lirik “Ritus Petaka”, adalah mengumbar tema petaka akan datang, yang tidak bisa terhindarkan. Malapetaka sudah menjadi bagian dari melodi kehidupan.
Saat menggodok “Ritus Petaka”, band yang dihuni formasi Nahla Nabila (vokal), Angga (gitar), Yepi Setiadi (gitar), Ilham Sabilla (bass) dan Yogi Kurniawan (dram) juga tak butuh waktu lama. Bahkan terhitung cepat. Dimulai dengan membuat komposisi intrumental, lalu menyocokkannya dengan lirik, seminggu sebelum memulai rekaman.
“Sebelumnya Hardik sudah mempunyai lima lagu, tetapi kami ambil salah satunya, yaitu ‘Ritus Petaka’ sebagai single promo perdana kami. Untuk tempat rekaman, kami take di Grip Studio, tepatnya di kota Tasikmalaya. Sementara untuk mixing dan mastering di NekroLabs, Bandung,” tutur Hardik kepada MUSIKERAS, mengungkap proses kreatifnya.
.
.
Dari segi musikal, bagaimana Hardik mendeskripsikan konsep hardcore punk yang mereka terapkan di lagu “Ritus Petaka”?
“Konsep hardcore punk ini dibuat sedikit berbeda. Dengan digawangi vokal perempuan membuat Hardik ini menjadi warna baru dalam musik hardcore punk,” cetus band yang mengaku banyak mengacu ke musik band seperti Bikini Kill dan GEL sebagai referensi, meyakinkan.
Usai perilisan “Ritus Petaka”, rencana Hardik berikutnya adalah meluncurkan album mini (EP) bulan depan. Tepatnya sebelum mereka menggelar tur pada Juli 2023 mendatang. “Progres lumayan matang, sedang mencari tempat untuk rekaman dan label rekaman.”
“Ritus Petaka” sendiri bisa didengarkan di platform digital Bandcamp. (aug/MK02)
.
.