Tanpa perlu banyak basa-basi, gerombolan hardcore/post hardcore bentukan pertengahan September 2022 lalu ini akhirnya memuntahkan karya rekaman perdananya. Sebuah album mini (EP) bertajuk “Starting Impulse” yang dilepas secara digital pada 16 Agustus 2023 lalu.

Bagi Elide yang berasal dari Depok, Jawa Barat ini, EP tersebut merupakan sebuah momentum awal bagi mereka untuk berkarya dalam dunia musik, sekaligus menjadi wadah untuk meluapkan ide-ide liar serta emosi mereka yang selama ini belum tersampaikan. 

Para personelnya, yakni Arif Muhammad Rabani (vokal), Suhanda ‘Kentunk’ (gitar), Andri Prasetyo (gitar), Fachri Arfiansyah (bass) dan Zaenal Arifiyansyah (dram) memilih konsep hardcore/post-hardcore di “Starting Impulse” dengan membaurkan antara vokal yang intens dengan lirik mendalam, serta instrumentasi yang kuat dan dinamis.

Dalam peracikannya, Elide mengakui sedikit banyak terinspirasi band-band hardcore dan post-hardcore dunia seperti Comeback Kid, Counterparts, The Ghost Inside, Pierce the Veil, Blessthefall hingga Underoath. Mereka juga mengambil inspirasi dari elemen musik prog-rock dan emo, yang membantu menciptakan suara unik mereka yang berfokus pada lapisan harmonisasi dan dinamika. 

.

.

“Kami memilih genre hardcore-post harcore karena nuansa, aura dan energinya mewakili seluruh perasaan kami dalam bermusik. Selain itu, menurut kami penulisan lirik dan konsep lagu yang dikerjakan bersama sangat cocok dipadukan dengan genre tersebut,” seru Elide meyakinkan konsepnya. 

“Starting Impulse” sendiri, juga merupakan sebuah manifestasi kreativitas dan semangat serta eksperimen dari pencampuran ide masing-masing personel. Sebagian besar membahas isu-isu moral, eksistensialisme dan kekacauan sosial, sekaligus sebagai cerminan dari perjuangan dan perasaan mendalam dari setiap personel. Di sini Elide mencoba menciptakan koleksi lagu yang menggerakkan, memotivasi dan mengajak pendengar untuk merenungkan isu-isu sosial dan pribadi. 

Elide memulai pengerjaan EP “Starting Impulse” secara mandiri, dengan cara bertukar ide, gagasan serta referensi musik masing-masing personel. Dikerjakan secara bertahap sejak Desember 2022 hingga Agustus 2023, yang dieksekusi di studio rekaman rumahan, milik salah satu personel Elide. Sementara untuk penataan dan pelarasan suara (mixing dan mastering) dipercayakan kepada Andri dan Kentunk, selaku gitaris sekaligus produser. 

Ada enam amunisi panas yang menjadi andalan EP “Starting Impulse”. Masing-masing berjudul “Against”, “Apathetic”, “Latar”, “Alter Ego”, Talking Wall” serta “3479”. Namun jika harus memilih, Elide menyebut lagu “Latar” menghadirkan tantangan tersendiri saat merekamnya. Karena secara teknis, “Latar” menerapkan pola ritme yang terbilang cukup kompleks.

“Selain itu, dinamika ekspresif pada lagu ‘Latar’ cukup tajam dan cukup mendalam. Hal inilah yang menurut kami paling menantang saat proses rekaman, karena terjadi banyak sekali proses revisi yang dilakukan hingga berulang kali pada lagu ini, baik dari segi lirik maupun aransemen lagu yang cukup menguras ide serta energi kami. Pada saat proses pengerjaan rekaman lagu ‘Latar’, juga cukup menyita banyak waktu, kurang lebih hampir tiga bulan kami hanya berfokus untuk menyelesaikan ‘Latar’ dan proses rekamannya,” papar Elide kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Langsung saja geber EP “Starting Impulse” yang kini sudah dapat diakses melalui beberapa platform digital seperti Spotify, Apple Music, Joox dan Youtube Music. (aug/MK02)

.

.