CODE ORANGE semakin menegaskan konsep musiknya yang semakin variatif. Terentang luas mulai dari hardcore punk, metalcore, alternative metal hingga rock. Formula itu yang dimuntahkan band bentukan 2008 silam asal Pittsburgh, Pennsylvania (AS) ini lewat album studio terbarunya yang bertajuk “The Above”. Tapi di karya rekaman yang bakal mulai beredar pada 29 September 2023 tersebut tak lagi dinaungi label rekaman besar Roadrunner Records seperti dua album sebelumnya, melainkan kali ini dirilis via Blue Grape Music.
Tentang konsep musik terkini Code Orange, vokalis Jami Morgan menjelaskan, bahwa kali ini mereka ingin membanjiri pendengarnya dengan melodi, agresi, dan sekaligus kegembiraan. “Rasanya berakar pada dunia ‘analog’, namun dengan rangkaian realitas digital yang mengikat semuanya. Kami ingin suara dan bahkan proses rekamannya sendiri mencerminkan niat tersebut, jadi kami meminta Steve Albini di Electrical Audio untuk mendapatkan versi band yang paling nyata dan mentah, bahkan merekam kami semua sekaligus di satu ruangan bersama untuk pertama kalinya dalam karir kami.”
Kiprah Steve Albini sendiri cukup disegani di panggung produksi rekaman, khususnya dalam meracik kualitas rekaman yang ‘kasar’ dan organik, yang antara lain pernah ia terapkan di album milik Pixies, Helmet, Fugazi, PJ Harvey, Bush, Neurosis, Mogwai, Sunn O))), Medusa, Mono, Iggy & the Stooges hingga Nirvana.
Sejauh ini, “The Above” telah memperdengarkan tiga lagu rilisan tunggal sebagai materi promo, yaitu “Grooming My Replacement / The Game”, “Take Shape” yang menghadirkan vokal Billy Corgan (The Smashing Pumpkins) serta lagu berkontur alternative rock/pop berjudul “Mirror”.
Sebelum “The Above”, Code Orange yang kini digerakkan formasi Jami Morgan, Reba Meyers (vokal/gitar), Eric Balderose (vokal/kibord), Joe Goldman (bass), Dominic Landolina (vokal/gitar) dan Max Portnoy (dram) sudah merilis empat album, yaitu “Love Is Love/Return to Dust” (saat masih bernama Code Orange Kids) (2012), “I Am King” (2014), “Forever” (2017) dan “Underneath” (2020). Dua album yang disebut terakhir sempat dinominasikan di ajang Grammy Awards (2018 dan 2021) untuk kategori “Best Metal Performance”.
.
Manuver mengejutkan datang dari kubu THY ART IS MURDER, band metal ekstrim asal Australia yang dijadwalkan bakal pentas di Rock In Solo Festival pada 10 Desember 2023 mendatang. Tepat di hari perilisan album terbarunya, “Godlike” pada 22 September 2023 kemarin, mereka mengumumkan bahwa vokalis Chris ‘CJ’ McMahon sudah tidak lagi memperkuat band tersebut. Bahkan di album “Godlike”, kontribusi vokalnya sudah dihapus dan digantikan oleh vokalis baru (pada 27 September diumumkan Tyler Miller dari band Aversions Crown sebagai vokalis baru Thy Art Is Murder).
Pemecatan terhadap CJ sendiri terjadi sebulan sejak ia menghapus media sosialnya, setelah mendapat serangan hujatan akibat unggahannya pada Agustus 2023 lalu di Instagram yang memuat komentar tentang perlawanan terhadap kaum transeksualitas.
“Kami memahami bahwa ini mungkin mengejutkan dan kami ingin meyakinkan Anda bahwa keputusan ini dibuat untuk menjaga integritas dan arah band. Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan mencari kebenaran; (tapi) mereka juga bebas menerima konsekuensi yang menyertainya,” demikian pernyataan dari kubu Thy Art Is Murder yang disebar di media sosial.
Untuk mengantisipasi tur Eropa bersama WHITECHAPEL, FIT FOR AN AUTOPSY dan SPITE yang dimulai pada 27 September di Oberhausen, Jerman, Thy Art Is Murder telah menyiapkan vokalis baru yang baru saja berhasil menyelesaikan proses rekaman “Godlike” pada pertengahan September lalu.
.
Terakhir kali merilis album solo berjudul “Tyranny of Souls” pada 2005 silam, kini BRUCE DICKINSON akhirnya menemukan momentum yang tepat untuk kembali beraksi tanpa membawa nama bandnya, IRON MAIDEN. Pada awal 2024 mendatang, Bruce telah menargetkan bakal merilis album solo terbarunya yang bertajuk “The Mandrake Project” via label BMG.
Sebenarnya materi lagu-lagu di album ini sudah mulai direkam Bruce sejak lama, bersama gitaris dan produser langganannya, Roy ‘Z’ Ramirez. Dan kini ia merasa sangat lega karena akhirnya bisa mendengarkan hasil akhirnya.
“Album ini telah menjadi perjalanan yang sangat pribadi bagi saya dan saya sangat bangga karenanya. Saya bahkan lebih bersemangat dengan prospek untuk tampil bersama band luar biasa yang telah kami bentuk, untuk dapat menghidupkannya. Kami berencana untuk memainkan pertunjukan sebanyak yang kami bisa di sebanyak mungkin tempat, untuk sebanyak mungkin orang,” seru Bruce penuh semangat.
Bruce Dickinson pertama kali menjalani karir sebagai artis solo pada 1993 silam, saat ia menyatakan keluar dari formasi Iron Maiden. Sebelum bergabung kembali pada 1999, Bruce berhasil merilis lima album solo berjudul “Tattooed Millionaire” (1990), “Balls to Picasso” (1994), “Skunkworks” (1996), “Accident of Birth” (1997) dan “The Chemical Wedding” (1998).
.
Konser reuni BLINK-182 yang berlangsung di Coachella Festival di Indio, California pada April 2023 lalu, rupanya menjadi momentum yang sempurna bagi trio Tom DeLonge, Travis Barker dan Mark Hoppus untuk kembali menyambung ikatan musikalitas mereka, setelah tidak manggung bersama sejak 2014 silam. Hasilnya adalah sebuah album baru bertajuk “One More Time…”, yang telah ditetapkan bakal dirilis pada 20 Oktober 2023 mendatang via label Columbia Records. Sebuah karya rekaman pertama trio tersebut sejak berpisah pada 2011. Ada 17 lagu baru yang menyesaki “One More Time…”, yang digodok dan direkam Blink-182 di tengah kesibukan mereka menjalani tur reuni.
Tom DeLonge sendiri sudah memperkuat Blink-182 sejak album debut “Cheshire Cat” (1995) hingga “self-titled” (2003). Dua tahun kemudian Tom hengkang dari band tersebut dan mengibarkan band ANGELS & AIRWAVES. Pada 2011, Tom sempat bergabung di Blink-182 kembali dan menghasilkan album “Neighborhoods”, namun kembali mengundurkan diri pada 2015. Di dua album Blink-182 lainnya, yakni “California” (2016) dan “Nine” (2019), posisi Tom digantikan oleh Matt Skiba, gitaris Alkaline Trio.
.
Unit drone metal yang menggabungkan elemen doom metal, drone, black metal, dark ambient hingga noise rock, SUNN O))) telah mengumumkan bakal melepas lagu rilisan tunggal terbarunya pada 25 Oktober 2023 mendatang. Tapi kali ini via label rekaman asal Seattle, Sub Pop Records.
Karya baru itu sendiri direkam di tengah kegiatan cek suara (soundcheck) dalam perjalanan tur Sunn O))) bersama Shoshin (初心). Direkam oleh engineer Chris Fullard di meja pengaturan suara di depan panggung (FOH), lalu materi tersebut dipoles lagi di Seagrass Studios bersama Brad Wood untuk pengeditan.
Kerja sama Sunn O))) dengan pihak Sub Pop merupakan bagian dari rangkaian program Singles Club yang akan diproduksi dalam format piringan hitam ukuran 7-inchi.
Sunn O))) terbentuk di Seattle, Washington pada 1998 digerakkan oleh dua musisi, yakni Stephen O’Malley dan Greg Anderson, dan sejauh ini telah menghasilkan sebanyak sembilan album studio. (*/MK03)
.
.