Setelah tertunda selama lebih dari satu dekade, akhirnya ambisi seorang Prana Yudha Sukma – juga dikenal sebagai gitaris band metal Avhath – berhasil dieksekusi tahun ini. Lewat sebuah lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Fractured”, ia mengesahkan eksistensi Rassuk, supergrup chaotic metal/hardcore asal Jakarta, yang sebenarnya sudah mulai disiapkan sejak tahun lalu. “Fractured” sekaligus menjadi nomor pemanasan menuju pelampiasan album mini (EP) pertama mereka, yang ditargetkan rilis bulan depan.
Selain Yudha, Rassuk juga digerakkan beberapa musisi ‘bawah tanah’ yang sudah tak asing. Ada dramer Akbar Auliya dari Amerta, lalu vokalis Diego Shefa (Noxa) serta vokalis Rifki Bachtiar (Revenge). Proses pembentukannya sendiri tidak memakan waktu lama dan hanya memerlukan sedikit penyesuaian di sela kesibukan para personel dengan bandnya masing-masing.
“Gue pribadi, dari jaman kuliah udah ingin banget memainkan musik kayak (Rassuk) ini. Mungkin bisa dibilang sejak pertama gue denger album ‘Jane Doe’-nya Converge di tahun 2005/2006. Gue juga sebetulnya sudah pernah membentuk Rassuk di tahun 2011, namun setelah mati suri selama 10 tahun lebih karena distraksi dari proyek band-band gue yang lain, akhirnya di tahun 2022 gue baru mendapat kesempatan untuk mengeksekusi ide-ide gw di Rassuk, dengan bantuan Akbar, Diego dan Rifki,” beber Yudha kepada MUSIKERAS, mengungkap alasan dibentuknya Rassuk.
.
.
Yudha dan Akbar meramu dan memantapkan materi Rassuk di Noise Lab Studio, Jakarta Timur, sejak awal 2023 yang kemudian dikumpulkan. Sambil berjalannya proses tersebut, keduanya lantas mengajak Rifki untuk mengisi divisi vokal. Namun, demi mengakali kendala perbedaan jarak, karena Rifki berada di Yogyakarta untuk urusan domestiknya saat ini, mereka memilih Diego sebagai sosok pemuka satu lagi. Nantinya, Diego dan Rifki akan secara bergantian menjadi vokalis Rassuk sesuai dengan jadwal pentas di masing-masing domisili terdekat.
Materi lagu Rassuk sendiri mengacu pada kumpulan riff serta konsep lagu dari Yudha. Sehingga saat menjalani proses kreatifnya, Yudha dan personel Rassuk lainnya tidak membutuhkan waktu banyak untuk melakukan workshop sebagai persiapan rekaman.
“Sesi awal rekaman, kami langsung rekam dram, gitar dan bass untuk empat lagu. Salah satunya adalah ‘Fractured’. Sesi ini direkam pada bulan Oktober 2022, nyuri-nyuri waktu di hari kerja sepulang kantor, karena di akhir pekan gue dan Akbar lagi agak sering manggung sama Avhath. Sedangkan untuk vokal direkam beberapa bulan kemudian,” urai Yudha lagi.
Seperti apa konsep musik yang ingin dilampiaskan Yudya lewat proyek Rassuk ini?
“Gue ingin memainkan musik yang mengentak-entak dan ngebut, namun tetap ada groove dalam bentuk breakdown yang catchy, serta dipadu dengan permainan ‘time signature‘ yang ganjil. Gue juga suka banget sama riff-riff (pola) ‘pull-off’ seperti yang banyak gue pakai di lagu ‘Fractured’,” seru Yudha, yang mengaku banyak menyerap inspirasi dari band-band metalcore dan mathcore macam Converge, Botch, The Dillinger Escape Plan hingga Coalesce.
Usai peluncuran “Fractured”, materi EP adalah rencana terdekat Rassuk yang ingin dieksekusi perilisannya. Saat ini sudah memasuki tahap penyempurnaan produksi, dan ditargetkan segera dirilis di platform digital streaming serta dalam bentuk kaset oleh label rekaman kenamaan Bandung, Disaster Records pada November 2023 mendatang. (mdy/MK01)
.
.