PUNISHER Rilis EP, Teror Kemonotonan Hardcore

Band keras asal Tuban, Jawa Timur ini ingin lepas dari kemonotonan di skena hardcore. Makanya lewat rilisan album mini (EP) terbarunya yang bertajuk “Hatred”, Punisher memuntahkan formula yang mereka rasa lebih menggairahkan, yang terinspirasi band-band slamming beatdown/beatdown asal Eropa dan AS, seperti Schwarzkopf (Jerman), Recount (Jerman), Harlekin (Jerman), Shattered Realm (AS), Bulldoze (AS) hingga Embryectomy (Yunani) yang memasukkan isian slamming beatdown.

“Kami melihat beberapa band beatdown sekarang ini sebenarnya jauh lebih monoton, karena masih ada unsur heavy hardcore daripada pure beatdown. Dan juga, memang konsep awal membentuk Punisher sendiri (karena) terinspirasi dari band slamming beatdown/beatdown itu,” seru Punisher kepada MUSIKERAS, mengurai konsepnya.

Terbentuk pada pertengahan 2023 lalu, para personelnya yakni Moh Rizki Widodo (vokal), M. Fathur Rozak (dram), M. Rigan Figo Agassi (bass), Julia ‘Juli’ Prasetia (gitar) dan Kurnia ‘Iwan’ Setyawan (gitar) bersepakat hadir dengan format band yang bersiap untuk memaksa pendengarnya mendengarkan hardcore dengan tempo yang tidak membosankan. Sebuah angin segar dan warna baru untuk skena musik cadas di Tuban.

.

.

“Hatred” yang berisi tiga track di dalamnya merupakan respon dari keresahan terhadap struktur sosial yang tidak bisa dikendalikan, sampai ambisi mengubah tatanan sosial yang bahkan mengorbankan banyak orang. Maka lagu-lagu mereka yang berjudul “Beat Your Enemy”, “Prejudice” dan “Breakdown” disemburkan sebagai ungkapan keresahan tadi, yang telah dicatatkan sebagai bukti respon dan movement mereka. Sebagai langkah baru.

Di antara tiga lagu tersebut, Punisher menyebut “Prejudice” sebagai lagu yang paling sulit dieksekusi secara teknis ketika rekaman. Alasannya, “Karena yang semulanya agak lambat kami ubah dengan tempo cepat. Tapi tetap dengan breakdown ending yang berat pula!”

Menurut Punisher, penggarapan EP “Hatred” tergolong cepat prosesnya. Mereka memulai pematangan materinya selama hampir satu tahun, dan berhasil melahirkan tiga buah lagu tadi. Sesi perekamannya dilakukan di Deattax Studio.

“Hatred” resmi dirilis melalui label independen asal Tuban juga, Sperm Records dan sudah didistribusikan di platform digital Bandcamp. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
der jager
Read More

DER JAGER: Lestarikan Heavy Metal

Sembilan komposisi lagu energik yang raw, agresif dan oldschool diberondongkan Der Jager lewat sebuah album baru bertajuk “..In Which Evil Dwells”.
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.