Bermodalkan potongan lirik ‘Kau takkan menaklukkanku’ serta potongan riff di gitar menjadi pemicu unit hardcore punk asal Jember, Jawa Timur ini untuk melanjutkan momentum berkarya. Sebuah lagu rilisan tunggal berjudul “Konstan” berhasil dirampungkan, dan menjadi karya rekaman lepas keempat Slugfess, setelah sebelumnya memperdengarkan “TXT” dan “Sesat” pada 20 Sept 2022 serta “Polkis Doom” pada 21 Juli 2023 lalu.
“Dalam proses kreatif (lagu) ini,” beber Slugfess kepada MUSIKERAS, “kami mendapat wahyu saat sedang latihan dengan menemukan hook lirik ‘Kau takkan menaklukkanku”, lalu diiringi dengan riff gitar yang mungkin bagi sebagian orang itu riff yang memorable dan fun untuk dimainkan. Berawal dari potongan lirik dan riff gitar tersebut, kami berupaya mengingatnya lagi seraya menuju proses merekam lagu ini, and voila! here comes ‘Konstan’!”
Dengan tempo musik yang cepat dan vokal yang enerjik, Slugfess berhasil menghadirkan lagu yang memotivasi pendengarnya untuk terus berjuang menghadapi segala rintangan. “Konstan” juga menonjolkan permainan gitar dan dram yang menggigit, semakin menambah kesan garang dan menjadikan lagu ini sebagai anthem untuk tidak menyerah pada keadaan buruk.
Dibanding tiga karya lagu mereka sebelumnya, dari segi musikal, menurut band yang dihuni Muhammad ‘Noven’ Dwi Jatinova (vokal), Sebastian ‘Olan’ Orlando (gitar), Muhammad Rivaldy ‘Aldy’ Firmansyah (bass) dan Satrio ‘Rio’ Hakkun Dwi Putra (dram) ini tidak jauh berbeda. Bagi mereka, permainan musik di hardcore-punk – atau mungkin semua musik – akan selalu ada yang mirip satu sama lain.
“Dan tidak dipungkiri juga, kami mendapat referensi di satu album kami yang akan rilis selanjutnya, juga banyak terinspirasi dari lagu band lain. Jadi jangan kaget kalo semisal para pendengar kami suatu saat akan berkomentar, ‘Eh, lagu ini kok mirip lagu ini ya?’. Jawabannya adalah ‘Iya, kami mengadopsinya dengan kemudian memberikan warna kami sendiri.’ Yang terpenting bagi kami adalah apa yang akan kami suarakan itu bisa dirasakan oleh para pendengar kami. Masalah musikalitas itu nomor sekian, hehehe….”
Namun jika harus merincinya secara spesifik, Slugfess mengakui penggarapan “Konstan” sedikit banyak mengambil referensi dari beberapa band asal California Bay Area Hardcore. Dan tidak hanya band hardcore saja, karena kemungkinan besar mereka malah lebih banyak mengadopsi riff dari luar band hardcore untuk kemudian bisa diekstraksi ke dalam musik Slugfess.
“Kami sudah melakukan cara ini sejak hari pertama, entah ini kutukan atau berkat Tuhan. Tetapi kami selalu menemukan cara agar lagu non-hardcore bisa diubah menjadi versi musik kami, hahaha!”
Slugfess yang terbentuk sejak 2022 lalu, berharap, dengan dirilisnya “Konstan”, kehadiran mereka bisa semakin dikenal dan menjadi penyemangat bagi para pendengarnya untuk terus berjuang menghadapi segala masalah. Karena sejak awal, Slugfess selalu menumpahkan lirik-lirik yang berbicara tentang ketidakadilan sosial dan hal penting lainnya yang luput dari pandangan umum. Slugfess menjadi salah satu band punk yang mampu menyuarakan keluh kesah anak muda yang terpinggirkan.
“Konstan” kini bisa didengarkan di berbagai platform musik digital, sambil menantikan materi album yang bakal dikobarkan segera. “Karena kami sudah woro-woro di media sosial perihal album pertama kami, jadinya tengsin kalau kami tidak menepati apa yang kami tulis, hahaha. Janji di media sosial = janji kepada setan!!!!” (mdy/MK01)
.