“Hingar Bingar”, Punk Multitafsir CYRUSH yang Bebas dan Liar

“Di EP ini kami pengen buat kesan punk itu jadi musik yang menyenangkan.”

Kalimat di atas diungkapkan unit punk rock bentukan Mei 2023 asal Bandung, Jawa Barat ini, berkaitan dengan semburan empat lagu yang menyesaki album mini (EP) debutnya, “Hingar Bingar”. Di karyanya ini, Cyrush sepakat merangkum materi musik mereka dengan aransemen punk 70-an yang energik, namun tetap terkesan catchy untuk didengar oleh banyak kalangan.

Semua lagu yang ada dalam EP tersebut, yakni “Aku Benci Masuk Pagi”, “Bingung”, “Sialan!” dan “Hingar Bingar” melampiaskan keresahan dan kejadian yang dialami langsung oleh tiap personel. Secara garis besar, di balik “Hingar Bingar”, pasti selalu ada rasa kecewa, bingung, malas, bahkan kesedihan. Seperti pada trek pembuka, “Aku Benci Masuk Pagi”, kesan malas dibawakan dengan musik yang lugas dan lirik yang terkesan sedikit ‘nyeleneh’. Khas punk era 70-an.

EP “Hingar Bingar” tersebut tak butuh waktu lama untuk dirampungkan. Bahkan menurut ungkapan pihak Cyrush kepada MUSIKERAS, malah proses kreatifnya terbilang cukup unik, lantaran vokalis dan gitaris Bagus Khoeruman, gitaris Willi Adrian serta bassis Alvin Nur Rizqi jarang sekali berkumpul bersama. 

“Ketemu itu kalau latihan pas ada manggung doang. Jadi proses pembuatan karyanya itu, kami saling kirim-kiriman voice note via (aplikasi) WhatsApp, dan baru kami bawain di studio pas latihan sebelum manggung. Proses pembuatan lagunya keitung cepet. Ada yang satu hari jadi, dan ada yang dua harian.” 

Secara musikal, konsep punk di EP “Hingar Bingar” yang direkam di studio Midtown HQ ini, mereka deskripsikan hanya memainkan tiga sampai empat kord saja, tapi dengan tempo yang lumayan cepat. Juga metode penulisan yang sangat bebas dan multitafsir. “Itu juga yang bikin kami berbeda dari segi penulisan yang agak ‘nyeleneh’.”

Tapi dari keseluruhan eksekusi lagu-lagunya yang sedikit banyak terpengaruh musik dari band Ramones dan Descendents (AS) serta Buzzcocks (Inggris), para personel Cyrush menyebut lagu “Hingar Bingar” sebagai komposisi yang paling susah. “Karena di lagu itu kami kolaborasi dengan Iklas (Ramdani) dari band Mymyth. Makanya lagu itu jadi yang paling beda di EP ini. Dan saat kami dateng ke tempat rekaman, nggak tahu kord dan bagan lagu yang akan direkam, jadi semuanya itu spontan dilakuin,” seru Cyrush mengakui.

Kini EP “Hingar Bingar” sudah dapat dilantangkan via berbagai platform digital sejak 29 Desember 2023 lalu. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts