Dengan Brutal, VOLCANOTORY Hujat Tragedi Genosida

Serdadu pemberontak asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini akhirnya melampiaskan kemarahan yang berkobar-kobar terhadap tragedi genosida yang menimpa rakyat Palestina. Volcanotory tidak mengangkat senjata, tapi bersuara keras lewat komposisi death metal cadas nan brutal, berjudul “Genesis Imperialis”. 

Lagu yang sudah dilantangkan secara liar di berbagai platfom digital sejak 14 Januari 2024 tersebut, disemburkan lewat racikan struktur riff yang padat akan ledakan gumpalan kemarahan atas ribuan atma tidak berdosa yang telah berjuang mempertahankan tanah kelahirannya. 

“Dalam single kali ini, kami mengambil referensi dari beberapa band (keras dunia) seperti Spawn of Possesion, Obscura, Necrophagist, The Black Dahlia Murder dan Lamb of God,” seru pihak Volcanotory kepada MUSIKERAS, mengungkap sumber inspirasi musikalnya.

Saat mengeksekusi produksi lagunya, vokalis Hafilla Rahmananto aka Hapela, dramer Rheinaldi Fachmi, gitaris Rahmadi aka AdyDesu serta dua personel baru, yakni gitaris Muhammad Ridwan Maulana Prasetya aka Kekek dan bassis Hadi Saputra menerapkan metode perekaman secara berlapis untuk keseluruhan isian instrumentasi. Tujuannya agar kualitas sound yang dihasilkan lebih padat dan tebal. Dan untuk mempertajam target tersebut, mereka mempercayakan pemolesan mixing dan mastering kepada Feriza Manuwu dari Hollow Lab Studio, Banjarmasin.

Tapi, khusus proses rekaman gitar, Volcanotory mengaku sempat mengalami kendala teknis yang cukup menantang. “Pada beberapa part-nya (ada) yang direkam secara berulang untuk mendapatkan hasil yang memang diinginkan secara atittude dan teknik.”

Secara keseluruhan, konsep death metal yang diterapkan Volcanotory di “Genesis Imperialis” terbilang kompleks, namun dengan irama dan birama atau pun beat yang naik turun di setiap bagiannya. Hanya sedikit melakukan pengulangan part dalam strukturnya.

“Kami juga menambahkan sedikit unsur progresif dalam satu part di single kali ini sehingga memberi warna baru, bersamaan dengan hadirnya dua  personil baru di Volcanotory. Keseluruhan, lagu ini mengusung konsep death metal yang kuat dan tegas serta penuh penekanan. Mulai dari riff gitar, bass, ketukan dram dan suara vokal.”

“Genesis Imperialis” sendiri merupakan lagu penutup menuju perilisan album penuh debut Volcanotory. Saat ini masih dalam proses penggarapan, tapi ditargetkan bisa diluncurkan tahun ini juga. 

Sebelum “Genesis Imperialis”, Volcanotory yang terbentuk pada 2012 silam telah memperdengarkan lagu berjudul “13 Potongan Janin”, “Rotting Maggot Infested”, “Intestines Unraveled”, “Disharmoni Absolut” dan “Teaterikal Pletora Patrun” di platform digital. Sepanjang perjalanan karirnya, sempat beberapa kali mengalami vakum dalam jangka waktu yang lumayan lama. Salah satu penyebabnya adalah adanya perombakan formasi yang disebabkan kesibukan masing-masing personelnya. (mdy/MK01)

.

1 comment
  1. Congratulation 2 Volcanotory band, teruslah berkarya karena dg musik hidup ini jadi bermakna dan terasa indah, teruslah bersuara lantang gaung perdamaian, salam sukses…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
der jager
Read More

DER JAGER: Lestarikan Heavy Metal

Sembilan komposisi lagu energik yang raw, agresif dan oldschool diberondongkan Der Jager lewat sebuah album baru bertajuk “..In Which Evil Dwells”.
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.