LAND OF TERROR Menebar Teror Grinding Punk

Formula mengolaborasikan musik punk dan grindcore dengan elemen crush, thrash serta death metal diterapkan Land of Terror di EP debut.
land of terror
Land of Terror

Land Of Terror memproklamirkan musiknya dengan istilah grinding punk. Lahir dari kesepakatan untuk mengakomodasi perbedaan selera serta latar belakang musikal dua personelnya. 

Vokalis Hendra ‘Suhe’ Suhendar lebih menyukai atau lebih terpengaruh musik dari band-band beraliran grindcore dan death metal. Sementara gitaris dan bassis Ende Rosada berangkat dari ranah punk. Begitu juga dengan dramer Wandi Efendi.

Formula kombinasi itu, lantas diterapkan unit cadas asal Garut, Jawa Barat ini di album mini (EP) pertamanya.

Di karya rekaman tersebut, Land Of Terror menjejalkan empat komposisi membara, masing-masing berjudul “Hasrat Membunuh”, “Fatwa Haram”, “Marah” dan “Belati Tuhan”.

Konsep grinding punk yang memadukan perbedaan aliran musik para personelnya memunculkan ide kreatif. Di EP tersebut, menurut tuturan Land Of Terror kepada MUSIKERAS, mereka mengolaborasikan musik punk dan grindcore dengan elemen crush, thrash serta death metal.

“Dan hasil dari itu muncullah materi seperti yang disajikan (di EP), dengan nuansa punk yang berbeda dan lirik yang sedikit gelap. Atas kesepakatan, akhirnya genre grinding punk/punk grind menjadi jiwa Land of Terror,” seru mereka menegaskan.

Referesi musik Land Of Terror sendiri tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh band lokal juga. Tidak hanya dari band-band luar negri. “Contohnya band lokal idola yang sering kami dengarkan dan jadi referensi, seperti The Cruel (Bandung), Extreme Decay (Malang), Forgotten (Bandung). Sedangkan untuk band luarnya kami terinspirasi Slayer, Misery Index, Terrorizer dan Suffocation.”

Proses rekaman EP dijalani Land Of Terror dalam waktu yang lumayan dadakan, dengan pengerjaan materi yang juga tidak memakan waktu lama. Hanya butuh waktu selama kurang lebih sebulan.

Namun saat menjalani produksinya, hanya ada Hendra Suhe dan Ende Rosada yang terlibat secara teknis mengisi instrumentasinya. Hendra tidak hanya mengemban tugas sebagai vokalis, namun juga mengeksekusi isian dram di rekaman. Sementara Ende memainkan porsi untuk gitar dan bass. Wandi sendiri belum terlibat. 

Untungnya, selama masa produksi, baik Hendra maupun Ende merasa tidak menemui kendala sama sekali. Semuanya berjalan sesuai harapan lantaran jadwal latihan serta materi-materinya sudah matang dan sudah terkonsep sebelum masuk dapur rekaman. 

Land Of Terror terbentuk pada 3 Maret 2023 lalu, yang diawali dari reuni kawan lama di tanah kelahiran yang sama, yaitu kota Garut. Kebetulan, mereka juga sefrekuensi dalam urusan musik cadas dan komunitas ‘bawah tanah. Dengan band ini, mereka terpicu untuk menghidupkan kembali nuansa musik underground di kotanya dan memilih paham grinding punk yang sudah mulai redup di kota Garut, dengan harapan genre musik cadas bisa hidup kembali di sana.

EP Land Of Terror kini sudah bisa digeber via berbagai platform digital seperti  Spotify, Apple Music, Amazon Music dan YouTube. (aug/MK02) 

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.