I Punch Werewolf telah meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru. Kali ini diberi judul “The House of Lords”, dimana band asal Bekasi ini menghadirkan kolaborasi dengan Ronald A. Radja Haba, vokalis Burgerkill.

Kerja sama itu mencerminkan keseriusan I Punch Werewolf dalam meramu karyanya. Penambahan karakter suara Ronald membuat “The House of Lords” terdengar lebih gelap dan mengerikan. 

Lagu ini, menurut vokalis Dimas Anggara, gitaris Dimas Pradika, bassis Rizky Rinaldy dan dramer Andy Setiawan sengaja dibuat dengan nuansa yang lebih gelap dari sebelumnya lantaran ingin mendapatkan gambaran atas kegelapan dan kengerian, yang didasari dari keresahan.

“Lirik lagu ‘The House of Lords’ adalah suatu penggambaran pemimpin yang bobrok, dimana kita berpijak dalam suatu kekuasan dengan pemimpin tersebut, maka semua sudah tidak baik-baik saja. Kami sebagai individu hanya akan menjalani hari-hari seperti boneka yang mau tidak mau bergerak mengikuti keinginan pemimpin yang bobrok,” tutur I Punch Werewolf mengungkap tema utama di liriknya.

Penggalan lirik ‘I am the product of delusion and mass destruction’ mewakili bagaimana pemimpin bobrok itu dibuat, dan ‘this is annihilation. you suffocate, eradicate masses’ mewakili bagaimana orang-orang yang berada di bawah pemimpin tersebut akan sengsara. 

Untuk mengantarkan keresahan itu secara maksimal, I Punch Werewolf menyemburkannya lewat entakan breakdown penghancur yang dipenuhi amarah. Sekaligus mewakili konsep baru yang ingin diperdengarkan.

“Sebenarnya gua mau mengenalkan konsep musik baru I Punch Werewolf. Lagu (sebelumnya) ’Built To Destroy’ dan ‘The House Of Lords’ ini adalah pembukanya. Gerbangnya. Kami pengen bikin musik yang simpel tapi tetep heavy, mudah dimainkan live, lebih mudah didengar, lebih mudah dicerna, dan bisa dimainkan sama semua orang,” cetus Dimas Pradika kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Saat meracik komposisi serta aransemennya, Dimas mengungkap sumber inspirasi serta referensinya sedikit banyak datang dari band-band keras seperti Knocked Loose (AS), Teeth (Kanada) hingga Thrown (Swedia) yang belakangan sering mereka dengarkan.

Lantas mengapa mereka melibatkan Ronald? Dimas mengungkapkan, “Karena ini mimpi kami yang sepertinya masih jauh untuk dijangkau. Tapi, CTO Agung Guitar Course menjembatani kami dalam berkomunikasi dengan Burgerkill. Dan setelah beberapa kali meeting, Ronald bersedia berkolaborasi dengan kami.”

Agung Guitar Course sendiri merupakan sekolah gitar yang diinisiasi oleh Agung Ridho Widhiatmoko alias Agung Hellfrog, gitaris Burgerkill.

Penggarapan “The House of Lords” sendiri dimulai dari musik dasar yang dibuat oleh Dimas Pradika. Setelah dibagikan ke personel lainnya, selanjutnya dimatangkan di studio lewat proses jamming. Usai proses pemolesan di sana-sini, selanjutnya vokalis Dimas Anggara mengisi liriknya. 

“Di sini uniknya,” seru Dimas Pradika, “kami nggak ada waktu lagi untuk mencoba vokal dan liriknya. Kami langsung masuk proses rekaman. Jadi gua, Rizky, Andy nggak tahu sama sekali vokalnya bakal kayak apa. Dram, bass, gitar selesai take, pas vokal gua kaget banget sih… jadi serem banget pas diisi vokal Dimas.”

Setelah proses itu selesai, barulah para personel I Punch Werewolf melakukan video call dengan Ronald untuk menjelaskan tentang detail pengisian vokalnya. “Semua excited, mas Ronald excited, kami (langsung) gas ke Bandung buat take vokalnya mas Ronald. Di Bandung, Rizky yang direct vokalnya mas Ronald.”

Proses perekaman isian vokal Ronald sendiri berlangsung tidak lama, karena ternyata langsung klop dengan lagunya. Tanpa membuang-buang waktu, para personel I Punch Werewolf langsung kembali ke Bekasi, merapikan sedikit lagunya, lalu mengirimkannya ke Ricky Aprianto dari Rostel Records untuk proses pemolesan mixing dan mastering.

Usai perilisan “The House of Lords”, I Punch Werewolf akan memulai konsentrasi ke penggarapan album mini (EP), dimana lagu “Built To Destroy” – dirilis pada 30 September 2023 – dan “The House Of Lords” bakal tersemat di dalamnya. Sejauh ini, mereka telah melakukan persiapan untuk proses rekamannya. Dan kedua lagu tadi, mewakili citra dan seperti apa musik yang bakal tersaji di EP tersebut.

Tonton video musik resmi lagu “The House of Lords” di sini. (aug/MK02)