LUDICIA Pertajam Deathcore Bernuansa Etnis Bali

Lewat lagu barunya yang berjudul “Karmaphala”, Ludicia terus berinovasi dan berkomitmen melahirkan karya metal ekstrim yang mengedepankan budaya Bali.
ludicia

Setahun sejak melepas rilisan tunggal berjudul “Untold”, akhirnya Ludicia memuntahkan amunsi baru. Kali ini, unit deathcore metal asal Denpasar, Bali tersebut bersiap-siap memperdengarkan “Karmaphala”, karya rekaman baru yang dilepasliarkan secara resmi pada 10 Agustus 2024 mendatang.

Ludicia sendiri, yang kini digerakkan trio vokalis Teguh Adi Putra (Teguh), gitaris Anak Agung Gde Agus Mahardika (Gung Sincan) dan dramer I Komang Tri Sandyasa Putra (Monot), dikenal luas akan ciri khas musik mereka yang melekatkan budaya Bali yang kental pada setiap penampilannya. Termasuk ketika menggetarkan panggung Wacken Open Air, Jerman pada 4 Agustus 2022 lalu. 

Di komposisi “Karmaphala”, perpaduan unik antara metal dan nuansa etnis Bali masih menjadi urat nadi musiknya. Tapi secara keseluruhan, kepada MUSIKERAS, pihak band menegaskan bahwa kali ini mereka sedikit banyak mengadopsi konsep musik yang sebelumnya diterapkan di lagu tunggal keduanya, “Apocalypse” yang dirilis pada 10 Oktober 2022 lalu.

“Kami ingin membuat musik yang bisa membuat orang kenal bahwa musik Ludicia akan membawa Bali traditional music instrument. Dan kami berusaha mengemasnya serapi mungkin agar perpaduan death metal dan budaya Bali itu bisa terdengar enak dan tidak terdengar memaksakan, hingga menjadi suatu karya yang dapat dinikmati untuk para penikmat musik metal,” beber mereka meyakinkan.

Jika dibandingkan dengan karya sebelumnya, maka dimulai dari “Karmaphala” ini, Ludicia berkomitmen untuk lebih konsisten dalam membawa budaya Bali ke dalam karya musiknya. 

Lalu sedikit banyak untuk mempertegas itu, Ludicia juga menghadirkan kolaborator di “Karmaphala”, yakni dengan melibatkan gitaris dan budayawan senior asal Bali, I Wayan Balawan. Bagi Ludicia, kehadiran Balawan di lagu tersebut telah memberikan sentuhan magis dan kedalaman musikal yang luar biasa, yang menciptakan harmoni antara musik keras dan kekayaan budaya Bali. 

“Melihat dari notasi nada yang biasa dimainkan oleh gitaris kami, Gung Sincan, kami sudah dapat gambaran bahwa sentuhan dari Balawan akan memperkaya warna musik dari single terbaru ini. Dan itu terbukti, Saat Balawan mengirim hasil file-nya, kami sangat senang dan puas dengan sentuhan suara gitar beliau pada lead-nya.”

Penggarapan “Karmaphala”, bisa dibilang membutuhkan waktu cukup lama, lantaran para personel Ludicia sempat mengganti lagu beberapa kali. Alasannya, karena mereka mencari formula yang sesuai dengan ciri musik yang ‘Ludicia banget’.

“Setelah menunggu kurang lebih enam bulan, akhirnya single ini rampung. Proses rekaman kami lakukan di studio kami sendiri, yang berlokasi di rumah gitaris kami, Gung Sincan.”

Tapi Ludicia sendiri tidak berhenti di “Karmaphala”. Band bentukan 2019 lalu ini sudah menjalani proses penggodokan lagu rilisan tunggal berikutnya. Lebih jauh lagi, ada wacana menggarap album mini (EP) plus melakukan tur. (aug/MK02)

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.