Kini RETRACTION Tiupkan Metalcore yang Mencekam

Di album mini “Altar”, Retraction meniupkan metalcore nuansa horor yang mencekam, lewat empat komposisi lagu berdurasi 3-4 menit.
retraction

Usai memperdengarkan album mini (EP) debutnya, “The Beginning” pada 18 Juni tahun lalu, kini Retraction kembali melepas karya rekaman keduanya. Juga dalam format EP, yang bertajuk “Altar”, yang dilepas ke berbagai platform digital pada 20 September 2024 lalu.

Kali ini, Retraction meniupkan nuansa horor yang mencekam, lewat empat komposisi lagu berdurasi 3-4 menit. Band yang digerakkan formasi Federico Amanda (gitar/vokal latar), Sefy Ayunda (vokal), Rafi Sufyan (gitar) dan Alfin Zulfikar (dram) ini memperluas eksplorasi musiknya.

Band asal Surabaya, Jawa Timur ini menyampurkan unsur musik dark ambient, black metal hingga deathcore. Namun, di luar itu, mereka tetap mempertahankan karakter metalcore yang digeber di rilisan sebelumnya. 

Retraction juga mengeksplorasi bentuk suara melalui sentuhan wall of sound atmosferik yang memperkuat konsep horor yang disajikan. 

Di rilisan kedua yang dikerjakan sepenuhnya secara mandiri tersebut, secara singkat Retraction menceritakan narator yang mengalami masa terburuk dalam hidupnya hingga putus asa dan mulai menyerahkan hidupnya pada keburukan atau kegelapan. 

Secara luas, mereka menceritakan sisi gelap manusia yang merasa bangga dengan dosa dan keburukan, sekaligus mengingatkan pendengar akan kematian yang sewaktu-waktu bisa menjemput tanpa pertanda. 

“EP ‘Altar’ adalah sebuah ungkapan keresahan kami atas apa yang terjadi pada manusia jaman sekarang. Bisa disimpulkan konsep pada EP ini terpikirkan saat kami jenuh dengan keseharian,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS mengungkap latar belakang pemilihan temanya.

retraction

Pengerjaan produksi lagu-lagunya sendiri berlangsung selama satu tahun, dimulai sejak 30 Juni 2023 dan rampung pada 30 Juni 2024. Empat materi lagu di EP itu direkam secara mandiri di kediaman gitaris Retraction.

Dari sisi konsep musikal keseluruhan, EP “Altar” menyajikan nuansa musik yang gelap dan sedikit melankolis. Pihak band mengakui, inspirasinya sedikit banyak datang dari EP Knocked Loose yang berjudul “A Tear In The Fabric of Life”.

“Selain itu kami terinspirasi juga oleh Behemoth, Thy Art Is Murder, Spite, dan beberapa band lainnya. Kami juga terinspirasi oleh beberapa band eksperimental seperti Thee Silver Mt. Zion Memorial Orchestra dan Godspeed You! Black Emperor.”

Di trek kedua, yang berjudul “01.18” disebut para personel Retraction sebagai komposisi yang paling menantang bagi mereka saat rekaman. “Karena soundscape yang tergolong ‘baru’ bagi kami dan membutuhkan waktu untuk memahami rasa dari nuansanya.” (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!